RADAR JOGJA - DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat paripurna, Kamis (1/10/2026).
Di balik persetujuan itu, terselip rekam panjang Suyudi sebagai spesialis reserse lulusan Akpol 1994.
Jalur karier Suyudi memang identik dengan dunia reserse. Ia mengawali pengabdian sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Pasar Minggu.
Kariernya terus menanjak saat menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Tak hanya di wilayah, Suyudi juga sempat ditarik ke Mabes Polri sebagai Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.
Bintang satu ia raih ketika menjabat Wakapolda Metro Jaya pada 2023, lalu promosi bintang dua sebagai Kapolda Banten setahun kemudian.
Puncaknya pada 2025, ia pecah bintang tiga setelah dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Selama di reserse, nama Suyudi terlibat dalam sejumlah kasus yang menyita perhatian publik. Di antaranya pengungkapan misteri penyiraman air keras terhadap penyidik KPK dan pembongkaran kasus perampokan sadis satu keluarga di Pulomas, Jakarta Timur.
Proses menuju kursi nomor satu di Polri ini terbilang kilat. Berawal dari Surat Presiden (Surpres) yang dikirim Presiden Prabowo Subianto tertanggal 30 September 2026 kepada DPR, yang berisi usulan pemberhentian Listyo Sigit dan pengangkatan Suyudi.
Surpres itu langsung ditindaklanjuti Komisi III DPR dengan menggelar uji kelayakan dan kepatutan. Hasilnya, Komisi III secara aklamasi menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri, yang kemudian dibawa ke rapat paripurna dan kembali mendapat persetujuan.
Dengan restu DPR tersebut, tahapan selanjutnya tinggal penetapan dan pelantikan oleh Presiden. Jika dilantik, Suyudi akan menjadi Kapolri dengan latar belakang reserse yang kuat dan pengalaman panjang di Polda Metro Jaya hingga BNN.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber