Pemerintah Kebut Pembangunan Interkoneksi Listrik, Prioritaskan Sumatera-Jawa

As Syifa Dzihni Nafisa • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:41 WIB
Tower SUTET untuk interkoneksi jaringan listrik antarpulau. (Sumber: Unsplash)
Tower SUTET untuk interkoneksi jaringan listrik antarpulau. (Sumber: Unsplash)

 

RADAR JOGJA - Pemerintah mempercepat rencana interkoneksi jaringan listrik antarpulau untuk menghubungkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) dengan pusat industri serta beban permintaan tinggi.

Proyek interkoneksi yang menghubungkan Sumatera dan Jawa ditempatkan sebagai prioritas utama.

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, menyampaikan bahwa setelah Sumatera-Jawa, pengembangan jaringan akan dilanjutkan untuk menghubungkan Sumatera dengan Kepulauan Riau serta Bangka Belitung.

"Yang kita targetkan segera adalah bagaimana terhubungnya antara Sumatera dengan Jawa terutama. Kemudian kita kembangkan Sumatera dengan Kepulauan Riau, Sumatera dengan Bangka Belitung," ujar Elen dalam seminar WRI Indonesia di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru, Dilantik Presiden Usai Zuhur

Langkah ini dinilai mendesak untuk menopang kebutuhan energi hijau di pusat-pusat pertumbuhan baru, seperti kawasan industri, smelter, dan kawasan ekonomi khusus. 

Khusus di Kepulauan Riau, penguatan interkoneksi jaringan sangat dibutuhkan seiring pesatnya pertumbuhan industri data center di Batam, seperti kawasan Nongsa, yang mensyaratkan pasokan energi bersih dari luar daerah.

“Kepulauan Riau, termasuk Batam, itu salah satu tujuan untuk pengembangan data center … tidak hanya di Nongsa tetapi di sekitaran Batam, itu sudah sangat berkembang sekali data center -nya,” lanjut Elen dikutip dari Antara.

Saat ini, interkoneksi antarpulau yang sudah beroperasi baru menghubungkan Jawa dan Bali.

Baca Juga: Lima Laga Sengit Hari Ini, Warnai Perburuan Kemenangan Kamis 1 Oktober 2026 di GOR UNY

Pemerintah menargetkan seluruh jaringan antarpulau di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung dapat terinterkoneksi pada rentang 2032–2035.

Proyek ini menjadi bagian penting dari pengembangan green super grid sepanjang 70.000 kilometer hingga 2040 untuk memaksimalkan integrasi potensi EBT secara nasional. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Interkoneksi Listrik Sumatera-Jawa Proyek interkoneksi Pemerintah Kebut Pembangunan Elen Setiadi