Air Bersih 15 Ribu Liter Per Hari untuk 1.000 Penyintas Gempa Nagekeo, NTT Disalurkan Selama 60 Hari

Sevtia Eka Novarita • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:42 WIB
Petugas sedang mengisi air bersih di penampungan air pada salah satu posko di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. (Istimewa)
Petugas sedang mengisi air bersih di penampungan air pada salah satu posko di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. (Istimewa)

RADAR JOGJA - Kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan mendesak yang dihadapi warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 15.000 liter air bersih per hari mulai disalurkan ke sejumlah posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar sekitar 1.000 penyintas.

Layanan air bersih mulai disalurkan pada 24 Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung selama 60 hari. Total penyaluran ditargetkan mencapai 900.000 liter air bersih.

Distribusi dilakukan oleh Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP).

Baca Juga: Mahasiswa Kedepankan Gerakan Intelektual, Tak Mau Terjebak Aksi Provokatif Akhir Agustus

CEO CARE Indonesia Abdul Wahib Situmorang mengatakan, Air bersih untuk sementara disalurkan ke bak-bak penampungan di sejumlah posko pengungsian. Jumlah air yang disalurkan diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan dasar. “Termasuk untuk minum, memasak, menjaga kebersihan diri, dan merawat anggota keluarga di tengah kondisi musim kering,” ujar Abdul.

Selain distribusi air bersih dan paket bantuan darurat, CARE Indonesia juga sedang menyiapkan 800 paket kebersihan dan perlindungan personal (dignity kit) serta 800 selimut. Bantuan tersebut ditargetkan mulai didistribusikan dalam 15 hari ke depan. “Dignity kit berfokus pada kebutuhan kebersihan dan perlindungan personal. Sabun mandi, sikat dan pasta gigi, sabun cuci pakaian, pembalut, pakaian dalam, jeriken air lipat, sisir, senter, dan peluit,” rincinya.

Baca Juga: Usung Sleman Style, Pieter Huistra Tegaskan PSS Tak Akan Ubah Identitas Permainan

Sebanyak 215 paket bantuan darurat CARE Package for Emergency turut dikirimkan bertahap melalui jalur udara. Bantuan yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tersebut ditargetkan tiba dan mulai didistribusikan paling lambat 28 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo mengatakan distribusi air telah dilakukan ke tenda pengungsian di Kelurahan Lape, Kelurahan Mbay 2, dan Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa. “Air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak di sejumlah posko pengungsian, terlebih dalam kondisi musim kering,” ujarnya.

Menurut Kristianus, PMI juga akan berupaya memperluas jangkauan agar kebutuhan air bersih dapat dipenuhi di posko-posko pengungsian lainnya di Kabupaten Nagekeo.

Editor : Sevtia Eka Novarita
kabupaten nagekeo Nusa Tenggara Timur (NTT) gempa pengungsian air bersih