
RADAR JOGJA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan persiapan kunjungan Prabowo ke NTT tengah dilakukan. Namun, ia belum dapat memastikan tanggal kedatangan Presiden.
“Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, insya Allah akan ke sana,” ujar Prasetyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8).
Prasetyo menyebut informasi mengenai jadwal kunjungan Presiden akan disampaikan lebih lanjut setelah persiapan selesai. Ia memastikan Prabowo akan meninjau langsung kondisi wilayah dan masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan akibat gempa paling parah terjadi di Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (22/8), sebanyak 53.971 rumah di sejumlah wilayah NTT dilaporkan mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, 19.006 rumah masuk kategori rusak berat, 11.777 rumah mengalami rusak sedang, sedangkan 23.188 rumah lainnya tergolong rusak ringan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan pendataan kerusakan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan warga terdampak secara cepat dan tepat.
Data tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan tenaga enumerator. Petugas nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta memastikan kondisi rumah yang terdampak gempa.
Baca Juga: Pelatih PSS Pieter Huistra Buka Kemungkinan Pakai Dua Striker Sekaligus untuk Lini Depan Timnya
Berton mengatakan proses pendataan dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat segera diketahui sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,” kata Berton dalam keterangan resmi, Minggu (23/8).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




