KENDARI– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan bantuan senilai kurang lebih Rp 10 miliar untuk mempercepat pemulihan warga dan sektor pertanian terdampak banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra). Bantuan tersebut mencakup benih padi gratis untuk dua ribu hektare lahan, alat dan mesin pertanian, fasilitas pengering gabah (dryer), bantuan pangan, minyak goreng, hingga bantuan tunai bagi masyarakat terdampak banjir.
Mentan Amran turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Kendari bersama jajaran pemerintah daerah. Ia mengunjungi dua titik utama, yakni kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga yang terendam banjir serta kawasan permukiman bantaran Kali Wanggu yang masih dipenuhi lumpur dan genangan air.
“Kami tahu laporan sejak subuh. Subuh kami telepon Ibu Wali Kota, kemudian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur bersama kami datang langsung ke lokasi. Masalah-masalah lapangan sudah kita putuskan semua, mulai pertaniannya, kemudian irigasi kami koordinasi dengan Menteri PU,” ujar Mentan Amran di Kota Kendari, Selasa (12/05/26).
Lahan pertanian yang terdampak banjir di Sultra seluas 337 hektare lahan berada di kawasan Amohalo, di mana sekitar 151 hektare di antaranya terendam air akibat jebolnya tanggul irigasi.
Mengatasi jebolnya tanggul irigasi tersebut Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) menargetkan perbaikan saluran irigasi dapat selesai dalam satu minggu agar petani segera kembali berproduksi.
Sebagai bentuk percepatan pemulihan, pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan, antara lain benih padi gratis untuk lahan seluas dua ribu hektare di tiga kabupaten/kota terdampak, bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester, serta bantuan dryer dari Perum Bulog untuk menyelamatkan hasil panen petani.
Selain bantuan sektor pertanian, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa 30 ton bahan pangan pokok dan 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir. Pemerintah juga turut memberikan bantuan tunai sebesar Rp 500 juta bagi warga terdampak langsung di kawasan Wanggu dan sekitarnya.
“Kami kirim beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Alat mesin pertanian, benih bibit untuk 2 ribu hektare. Mungkin kurang lebih Rp 10 miliar bantuannya. Bantuan dryer juga kami siapkan,” jelas Mentan Amran.
Mentan Amran juga menyampaikan bahwa ia memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengaku memahami kondisi warga karena pernah merasakan situasi bencana dan memiliki ikatan dengan daerah tersebut.
“Saya juga pernah merasakan bencana. Ini adalah kampung halaman saya. Kami tahu daerah ini dan sering naik motor di sini,” kenangnya.
Lebih lanjut pemerintah memastikan penanganan pascabanjir dilakukan secara terpadu agar aktivitas masyarakat dan produksi pertanian di Sulawesi Tenggara dapat segera pulih kembali.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji