Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Disorot: Kontroversi Juri, Dianggap Tak Kompeten hingga Komentar Pedas

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27 WIB
Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 - Provinsi Kalimantan barat menuai kontroversi publik, juri jadi sorotan. (YouTube/
MPRGOID)
Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 - Provinsi Kalimantan barat menuai kontroversi publik, juri jadi sorotan. (YouTube/ MPRGOID)

 

RADAR JOGJA - Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah potongan video juri memberikan nilai minus lima pada regu C viral di media sosial.

Pernyataan juri dinilai kontroversi.

Sang juri dinilai pilih kasih terhadap jawaban peserta kompetisi.

Melansir YouTube MPRGOID, awalnya pembawa acara memberikan pertanyaan rebutan kepada regu beranggotakan siswa-siswi dari sejumlah sekolah SMA/Sederajat.

Baca Juga: Sindikat Judi Online Kamboja Pindah ke Indonesia, Manfaatkan Bebas Visa dan Incar Daerah Sulit Terdeteksi

Pertanyaannya mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam sesi tanya jawab itu, siswi dari Regu C langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

Ia menjawab bahwa anggota Badan Pemeriksaan Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dewan perwakilan daerah dan diresmikan oleh presiden. 

Baca Juga: Dirjen WHO Sebut Virus Baru dan Mematikan Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Risiko Global Dinilai Rendah

Juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita WB, langsung memberikan nilai minus lima atas jawaban regu C.

"Nilai minus lima," ungkap Dyastasita.

Lalu moderator kembali melemparkan pertanyaan yang kemudian dijawab regu B.

Nah, yang membuat publik kesal, jawaban regu B sama dengan jawaban yang sebelumnya dilontarkan regu C.

Namun juri kekeh menyalahkan jawaban regu C dan membenarkan jawaban dari regu B.

Hal ini menuai perdebatan.

Siswi dari C menggunakan haknya berusaha meyakinkan bahwa jawaban regu B sama persis dengan jawaban regunya.

Baca Juga: Derbi Mataram Terancam Absen Musim Depan, Laga PSIM vs Madura United Jadi Penentu Perjalanan Persis Solo

Ia pun tak bisa berbuat banyak, lantaran keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Juri lainnya yang merupakan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Indri Wahyuni menegaskan bahwa artikulasi penting.

Artikulasi harus jelas.

"Dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, yaitu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan," ujar Indri.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Mahasiswa Polbangtan Kementan Berlatih Sembelih Halal

Sang moderator pun berujar bahwa dewan juri yang hadir ini sudah sangat berkompeten dan teliti untuk mendengarkan jawaban peserta.

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai," imbuhnya.

Dan benar ketika tayangan ulangnya disiarkan, jawaban regu C sama dengan regu B.

Kini warganet mengecam sang juri. Mereka membanjiri postingan potongan video  dengan kritikan pedas. 

Baca Juga: Soal Temuan 11 Bayi di Sleman, Dinkes DIY Sebut Kewenangan Bidan Sebatas Memberi Pelayanan Kesehatan

Ada yang menyebut bahwa juri dalam acara tersebut tak layak menjadi juri. Karena tidak menyimak dengan baik jawaban dari regu C.

"Juri gagal fokus, tak layak," ungkap warganet.

"Suri asal klaim kebenaran sepihak. Hancur hati si Adik, berjuang mempertahankan argumennya, tapi dibully juri, Dewan Juri dan MC," tulis warganet lainnya.

"Juri budeg," cetus warganet.

"Sebaiknya jurinya periksa dulu ke THT, bermasalah pendengarannya," tulis netizen.

Baca Juga: Hasil Temuan Tim Kajian Sejarah Dewan Provinsi dari Masa ke Masa 1945-1966; Ketua DPRD DIY Pertama Berlatar Belakang Wartawan

"Dari sekian juri kenapa nggak ada yang memperhatikan jawaban regu C, tidur? dasar tak kompeten," sarkas warganet. 

Jawaban juri dinilai tidak obyektif.

Netizen justru memuji siswa regu C karena sudah berani mempertahankan argumennya.

Mereka menilai regu C lah yang layak mendapatkan nilai bukan regu B.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 #Kontroversi Juri #BPK #Siswa #Lomba Cerdas Cermat