BANDUNG - Hujan deras memicu bencana banjir bandang di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Kamis (12/2/2026) dini hari.
Tanggul Sungai Cisunggala jebol, membuat air meluap deras dan merendam ratusan rumah warga.
Akibatnya, lima rumah rusak berat total, tujuh rumah rusak sedang, dan sekitar 310 kepala keluarga (KK) atau 660 jiwa terdampak parah.
Warga panik evakuasi barang berharga di tengah kegelapan malam!
Apa yang sebenarnya terjadi? Banjir ini dipicu hujan ekstrem yang membuat debit air sungai membengkak hingga menjebol tanggul.
Genangan air mencapai lutut orang dewasa, menyulitkan akses jalan dan mematikan listrik sementara.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dilaporkan, tapi warga harus berjuang membersihkan lumpur tebal dan tumpukan sampah pasca-surutnya air pagi harinya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung langsung turun tangan.
"Penanganan darurat melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, desa, hingga relawan seperti Saung Sandiwara dan Posgab MAPASI," ujar Asep Mahmud, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung.
Sebanyak 18 warga rentan dievakuasi, termasuk dua lansia, satu balita, dan satu penyandang disabilitas.
"Kami evakuasi mereka sebagai antisipasi, terutama kelompok rentan," tambah Asep.
Saat ini, akses jalan utama sudah bisa dilalui dan listrik kembali menyala.
Namun, BPBD masih butuh bantuan mendesak: alat berat untuk angkut lumpur, truk sampah, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan bayi dan lansia.
Pendataan korban dan kerja bakti massal sedang berlangsung bersama masyarakat setempat.
Banjir di Majalaya bukan hal baru. Wilayah ini sering dilanda banjir musiman akibat letaknya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Warga diimbau waspada cuaca ekstrem, terutama di musim hujan seperti sekarang.
Pemerintah daerah diminta segera perbaiki tanggul untuk cegah kejadian serupa. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin