RADAR JOGJA - Baru-baru ini, warganet Indonesia tengah heboh membahas sebuah konten minuman matcha dengan harga yang cukup fantastis.
Akun Instagram @jktgo mengunggah sebuah video reels tentang kafe baru bernama Hatoya Indonesia yang menjual minuman matcha dengan harga Rp 360.000.
Jika ditambah dengan pajak, total harga minuman ini nyaris menyentuh angka Rp 400.000 per gelasnya.
Tentu saja, harga yang tidak biasa ini memancing beragam reaksi dari warganet yang membanjiri kolom komentar.
Banyak netizen yang berkomentar tentang harga yang terlalu mahal dan tidak sesuai dengan cara penyajiannya yang biasa saja.
"300rb make cup? minimal gelas sih kalo aku. Trs di tata rapi ada notes penjelasan matcha yg dipake mungkin" komentar akun @ananurulf29 pada postingan Instagram tersebut, dikutip pada kamis (15/1/2026).
Mengenal Hatoya Indonesia
Dilansir dari akun Instagram @nibble.idn, Hatoya adalah kafe spesialis matcha asal Kyoto yang baru saja membuka cabang pertamanya di Jakarta, tepatnya di Lippo Mall Puri.
Mereka mengklaim bahwa matcha yang digunakan adalah kualitas tertinggi (highest grade).
Bahkan, kualitas matcha yang dibawa ke Indonesia ini diklaim memiliki grade yang lebih tinggi dibandingkan yang ada di Hatoya Kyoto.
Selain itu, Hatoya Indonesia juga membawa orang-orang tim asli Jepang untuk quality control cabang Hatoya Indonesia ini.
Oleh karena itu, harga yang ditawarkan bisa cukup mahal.
Keistimewaan matcha premium dari Hatoya ini juga terletak pada proses panen daun tehnya.
Dikutip dari unggahan Instagram @8108indonesia (Hatoya Indonesia), pemilik Hatoya, Nobu, turun tangan langsung untuk memanen daun teh bersama para petani di setiap musim panen.
Menu Matcha di Hatoya menggunakan daun teh first flush yang dipetik pada panen pertama dan dipetik dengan tangan (hand-picked).
Klarifikasi Hatoya Indonesia: Mengapa Harganya Selangit?
Menanggapi viralnya matcha Hatoya yang harganya dianggap tidak masuk akal, Hatoya Indonesia memberikan penjelasan melalui postingan media sosial Instagram mereka.
Hatoya Indonesia menjelaskan bahwa matcha premium yang digunakan adalah Uji Matcha yang berasal dari wilayah Uji di Jepang yang dipetik dengan tangan (hand-picked), dimana jumlahnya hanya mencakup kurang dari 1% total produksi teh di Jepang.
Ditambah lagi, harga pasar matcha dalam beberapa tahun terakhir telah naik hingga 2,5 kali lipat.
Inilah alasan-alasan yang membuat harga minumannya bisa melambung tinggi.
Menurut Hatoya Indonesia, beberapa alasan tersebut membuat harga minuman menjadi lebih tinggi.
Tetapi mereka juga percaya bisa menawarkan kualitas dan rasa yang sepadan kepada para pelanggan.
Kualitas Uji Matcha
Dilansir dari laman Bokksu.com, "Uji" adalah sebuah wilayah di perbatasan tenggara Kyoto yang dianggap sebagai tempat penghasil matcha terbaik di Jepang.
Proses pembuatannya sangat rumit dan presisi.
Pohon teh di Uji sengaja dilindungi dari sinar matahari selama dua hingga enam minggu sebelum panen untuk meningkatkan klorofil pada daun teh.
Hanya daun teh termuda dan paling hijau yang dipetik tangan untuk menjamin kualitas tertinggi.
Setelah itu, daun dikukus sesaat untuk menghentikan oksidasi dan menjaga warna hijaunya.
Tahap akhirnya adalah penggilingan menggunakan batu tradisional (stone mill) hingga menjadi bubuk halus berwarna hijau cerah yang dikenal sebagai Uji Matcha.
Popularitas Matcha Uji ini juga meluas sampai ke berbagai olahan makanan seperti roti, puding, hingga cokelat Kit Kat.
Ada juga minuman seperti latte dan bubble tea yang sangat mudah ditemukan di berbagai kafe di Jepang.
Jadi, setelah mengetahui di balik tingginya harga minuman matcha yang ditawarkan Hatoya Indonesia, apakah harga Rp 360.000 ini sepadan untuk menebus rasa matcha dengan grade tertinggi?
Atau justru terasa terlalu berlebihan untuk sekadar minuman kekinian? (Aqbil Faza Maulana)
Editor : Meitika Candra Lantiva