Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Akibat Siklon Tropis Grant di Perairan Indonesia

Magang Radar Jogja • Selasa, 23 Desember 2025 | 21:36 WIB

siklon tropis grant
siklon tropis grant
Siklon Tropis Grant menjadi perhatian setelah BMKG memberikan peringatan awal tentang kemungkinan dampak tidak langsung berupa gelombang laut yang tinggi di beberapa daerah perairan Indonesia.

Siklon Tropis Grant muncul dari Bibit Siklon Tropis 93S yang sudah terdeteksi sejak Kamis (11/12/2025) dan berkembang menjadi siklon tropis pada Selasa (23/12/2025).

BMKG mengatakan bahwa sistem cuaca berupa Siklon Tropis Grant saat ini sedang diawasi dan berada di area Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Kota Bengkulu.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa siklon tropis Grant berada di lokasi 12,8 derajat lintang selatan dan 100,4 derajat bujur timur, yang berarti sekitar 1.000 kilometer di arah barat daya Tanjung Karang.

Siklon Tropis Grant adalah sistem badai tropis yang muncul di atas perairan hangat Samudra Hindia dan berkembang dari bibit badai yang sebelumnya diawasi oleh BMKG.

Pada awalnya, siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knots atau setara 65 km/jam dengan tekanan di pusat sistem sebesar 996 hPa.

BMKG mengklasifikasikan Siklon Tropis Grant dalam kategori satu, dengan rentang kecepatan angin antara 28 hingga 62 km/jam.

Namun, BMKG memperkirakan bahwa sistem ini masih bisa semakin kuat dalam 24 jam ke depan.

BMKG memperkirakan bahwa pada hari Rabu tanggal 24 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Grant akan berada di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Bengkulu, dengan jarak sekitar 1.060 kilometer dari Tanjung Karang.

Sistem ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 4 knots, yaitu sekitar 95 km/jam.

Tekanan di tengah siklon diperkirakan akan menurun menjadi sekitar 991 hPa, intensitas meningkat ke kategori dua, dan kecepatan angin maksimum mencapai 63 hingga 88 kilometer per jam.

BMKG menyatakan bahwa meskipun pusat siklon tropis Grant mulai menjauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya masih bisa terjadi dan harus diwaspadai.

Salah satu dampak penting dari siklon tropis Grant adalah meningkatnya tinggi gelombang laut dengan tingkat sedang.

BMKG memperkirakan gelombang laut yang mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter bisa terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Situasi gelombang tinggi ini berpotensi mengganggu keselamatan kapal, kegiatan nelayan, serta aktivitas warga di daerah pesisir.

BMKG mencatat beberapa daerah perairan yang bisa mengalami gelombang tinggi karena pengaruh Siklon Tropis Grant. Daerah tersebut antara lain Perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.

Gelombang tinggi juga mungkin terjadi di Perairan selatan Banten hingga Perairan selatan Jawa Timur.

Selain itu, perairan Samudra Hindia di sekitar Bengkulu hingga Lampung juga termasuk dalam wilayah yang terdampak.

BMKG juga memperingatkan kemungkinan munculnya gelombang tinggi di Samudra Hindia bagian selatan, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

BMKG mengajak masyarakat, terutama nelayan, pengemudi kapal, dan orang yang melakukan aktivitas di laut, untuk lebih waspada selama masa peringatan berlangsung.

Memantau informasi cuaca serta peringatan dini dari BMKG dianggap penting untuk mengurangi risiko akibat dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Grant.

Informasi terbaru mengenai perkembangan Siklon Tropis Grant bisa dilihat di situs resmi BMKG serta aplikasi Info BMKG.

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#siklon tropis #BMKG