RADAR JOGJA - Tragis, sebuah musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo ambruk pada Hari Senin (29/9/2025) sore sekitar pukul 15.00 saat tengah melaksanakan salat asar yang diikuti ratusan santri.
Melansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group) akibat kejadian tersebut menyebabkan salah satu seorang santri bernama Maulana Affan Ibrahimafic (15) meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo pada Senin malam.
Hari berikutnya Selasa (30/9/2025) Mochammad Mashudulhaq (14) dan Muhammad Soleh (22) meninggal dunia di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Selain itu 102 santri lainnya berhasil dievakuasi dan selamat.
Korban yang berhasil di evakuasi tersebut dilarikan ke tiga rumah sakit yaitu RSUD Notopuro, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Namun masih ada 38 korban lain yang masih dalam proses pencarian.
Penyelamatan kejadian ini menggunakan tim SAR gabungan dan menghabiskan waktu berjam-jam hingga pukul 22.00 WIB untuk mengevakuasi korban yang berada di reruntuhan tersebut.
Korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 18.01wib dan korban ketujuh ditemukan pada pukul 22.01 WIB dan satu korban ditemukan pada dini hari pukul 01.58 WIB.
Bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny tersebut diketahui baru saja selesai di cor pada siang hari, dan sore harinya langsung digunakan untuk salat asar berjamaah.
Runtuhnya musala tersebut diduga struktur bangunan yang masih belum kering dan tidak mampu untuk menopang ratusan santri yang berada di mushola tersebut.
Hingga saat ini proses evakuasi korban runtuhan musala tersebut masih terus berlanjut oleh tim SAR gabungan.
Proses evakuasi ini dilakukan secara hati-hati karena kondisi reruntuhan yang miring dan rawan runtuh kembali. (Safira Ratih)