RADAR JOGJA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 mendatang, tidak hanya anak-anak sekolah yang akan merasakan manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga para guru serta relawan posyandu akan mendapatkan jatah manfaat serupa.
"Usulan pemberian MBG bagi guru sekolah dan relawan posyandu mendapat jatah makan bergizi gratis telah disetujui Presiden Prabowo Subianto," demikian disampaikan Sekretaris Badan Gizi Nasional (BGN) Sarwono.
Tak hanya guru, tetapi tenaga kependidikan juga akan menerima jatah Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Redy Hendra.
Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Redy Hendra membenarkan bahwa guru maupun tenaga kependidikan akan masuk dalam daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Betul, guru dan tenaga pendidik (dapat program makan bergizi gratis), arahan Presiden," ujar Redy.
Sekretaris Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini mencapai Rp71 triliun.
Anggaran tersebut akan meningkat signifikan pada 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto memastikan akan menaikkannya hingga Rp335 triliun.
Kenaikan anggaran ini diyakini menjadi landasan penting untuk memperluas cakupan penerima manfaat program, termasuk kepada guru dan relawan posyandu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa guna merealisasikan pemberian MBG kepada kelompok tersebut, BGN tengah menyiapkan peraturan Kepala BGN sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.
Aturan ini akan menjadi pedoman teknis agar distribusi program berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan.
"Seiring dengan adanya peningkatan anggaran BGN pada 2026, meningkat tiga kali lipat dari 2025, maka usulan pemberian MBG bagi guru sekolah dan relawan posyandu mendapat jatah makan bergizi gratis telah disetujui Presiden Prabowo Subianto," ujar Sekretaris Badan Gizi Nasional Sarwono di Biak, Papua, dikutip dari Antara.
Sarwono menambahkan, keputusan ini sekaligus akan menjadi pedoman bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah dalam menjalankan kegiatan.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG tidak hanya menyasar siswa di sekolah, tetapi juga mengakomodasi pihak-pihak yang memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan dan kesehatan masyarakat.
"Ya ini sudah disetujui Bapak Presiden Prabowo Subianto sehingga guru dan relawan posyandu tetap dapat MBG, sehingga menjadi pedoman kegiatan bagi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di daerah setempat," ucap Sarwono.
Dampak MBG sangat besar dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.
Ia meyakini, jika program ini berjalan konsisten dan berkesinambungan, maka cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 akan semakin dekat dengan kenyataan.
"Program MBG direalisasikan pemerintah lewat BGN untuk memenuhi asupan gizi anak supaya anak tetap sehat dan cerdas disiapkan menjadi generasi emas Indonesia," ujar Sarwono.
Dengan dukungan anggaran yang besar serta perluasan penerima manfaat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga memberi penghargaan bagi guru dan relawan posyandu yang berperan penting dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.
Penulis: Adella Haviza
Editor : Bahana.