RADAR JOGJA - Suasana haru menyelimuti Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I Jakarta, Kementerian Keuangan, saat Sri Mulyani Indrawati resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada penggantinya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Tangis haru pecah, bunga mawar putih dibagikan, dan tepuk tangan panjang mengiringi langkah mantan bendahara negara itu meninggalkan ruang kerjanya.
Dalam pidato perpisahan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama ia memimpin Kemenkeu.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran terus menjaga amanah, profesionalisme, dan integritas dalam mengelola keuangan negara.
“Jalankan tugas sesuai amanah, profesional, kompeten, dan jaga integritas,” ujarnya dengan suara bergetar.
Tangis Sri Mulyani semakin pecah ketika para pegawai menyanyikan lagu penuh makna dan menyerahkan mawar putih sebagai tanda perpisahan.
Ia terlihat beberapa kali menyeka air mata, bahkan sempat bersandar pada sang suami, Tonny Sumartono, sebelum akhirnya meninggalkan aula dengan langkah berat.
Ratusan pegawau kemenkeu yang hadir memberikan penghormatan terakhir pada Sri Mulyani, mereka menyalami, memberi ucapan terimaksih, bahkan meminta tanda tangan sebagai kenangan.
Kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa sebagai mentri keuangan baru pun disambut dengan hangat, menandai babak baru dalam pengelolaan fiscal Indonesia.
Momen ini pun menjadi penghargaan atas dedikasi Sri Mulyani lebih dari satu decade mempimpin Kementrian Keuangan.
Isak tangis perpisahan seolah menjadi penutup perjalanan panjang seorang bendahara negara yang dikenal tegas, penuh integritas, dan selalu mengingatkan jajarannya untuk tidak pernah lelah mencintai Indonesia. (Alya Amirul Khasanah)