Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemerintah Bakal Evaluasi Total Prosedur Keamanan Gunung Rinjani Buntut Terjatuhnya Juliana Marins Pendaki Asal Brasil

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 1 Juli 2025 | 18:03 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah sepakat melakukan evaluasi total terkait kemanan pendakian di Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah sepakat melakukan evaluasi total terkait kemanan pendakian di Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).

RADAR JOGJA - Pemerintah bakal melakukan evaluasi total terkait prosedur keamanan pendakian Gunung Rinjani.

Hal ini buntut dari insiden terjatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, Sabtu (21/6/2025).

Melansir Jawa Pos, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah sepakat untuk berbenah.

"Jadi dengan kejadian ini, kami akan mengevaluasi secara total prosedur keamanan. SOP secara umum akan kita evaluasi," ujar Raja Juli Antoni usai bertemu dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Jakarta pada Senin (30/7/2025).

Raja menyebut bahwa pemerintah tidak antikritik, imbas dari kejadian jatuhnya WNA Brasil di Rinjani. 

Kemenhut bersama dengan pihak-pihak terkait akan melakukan evaluasi SOP secara umum.

Salah satunya terkait pemasangan sign board (papan peringatan) di beberapa titik.

Kemudian penerapan gelang RFID (Radio Frequency Identification), serta jarak posko yang lebih dekat.

"Jadi sekali lagi kami tidak anti kritik, kita akan perbaiki SOP kita," tuturnya.

Raja juga meminta agar para pendaki mengutamakan keselamatan saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, lantaran medannya yang terjal.

Untuk memperketat keamanan ini, dia juga menyebut akan memperbanyak kegiatan sertifikasi guide hingga memperdekat jarak antar posko.

Serta membuat peringkat potensi bahaya gunung-gunung di Indonesia.

Raja juga menekankan bahwasanya naik gunung perlu edukasi atau pembekalan yang matang, dengan persiapan yang lebih baik.

Apalagi menghadapi berbagai risiko, kebahayaan atau potensi kedaruratan sebuah gunung.

Pendaki perlu persiapan yang matang.

Sekali lagi dia menekankan bahwa dirinya serius tidak akan berbisnis dengan nyawa.

Dia mengatakan taman nasional ini konservasi. Bukan mass tourism seperti Bali atau Labuan Bajo. Sehingga keamanan menjadi sangat penting.

Kerja sama antara Kemenhut dengan Basarnas berupa MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) juga akan dilakukan. 

"Kita ingin mengekspose keindahan Gunung Rinjani tetapi saya tidak ingin berbisnis dengan nyawa," pungkasnya.

Editor : Meitika Candra Lantiva
#evaluasi #pendaki #jatuhnya WNA Brasil di Rinjani #Menhut #pemerintah #rinjani #brasil #raja juli antoni #Juliana #Juliana Marins #prosedur #gunung rinjani #ntb #kemanan