RADAR JOGJA - Indonesia saat ini menghadapi tantangan demografis yang signifikan.
Dengan laju kelahiran sekitar enam bayi per menit, atau setara dengan tiga juta kelahiran per tahun.
Jumlah penduduk diproyeksikan mencapai 324 juta jiwa pada tahun 2045.
Pertumbuhan ini, meskipun menunjukkan penurunan laju pertumbuhan tahunan menjadi 0,67%, tetap menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan nasional.
Mayoritas pertumbuhan penduduk berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Hal ini tercermin dari struktur rumah tangga, di mana keluarga kelas atas dan menengah mengalami penurunan angka kelahiran, sementara keluarga miskin cenderung memiliki jumlah anak lebih banyak.
Kepala Badan Gizi Nasional RI Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sekitar 60% anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelumnya tidak pernah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Banyak dari mereka jarang mengonsumsi daging, telur, atau susu karena keterbatasan ekonomi, sehingga asupan mereka didominasi oleh karbohidrat tanpa protein yang memadai.
“Sekitar 60% anak-anak dari kalangan ini tidak punya akses yang baik terhadap makanan dengan gizi seimbang. Anak-anak mereka juga jarang minum susu karena tidak mampu beli susu. Mereka yang sekarang ada dalam kandungan, mereka yang di TK, SD, sampai SMA termasuk para santri dan sekolah keagamaan lainnya, 20 tahun kemudian di 2045 akan menjadi tenaga kerja produktif,” ujar Dadan dikutip dari laman resmi Badan Gizi Nasional, Rabu (7/5/2025).
Upaya Pemerintah melalui Program MBG
Sebagai respons terhadap tantangan ini, pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu.
Program ini menyasar peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA, serta kelompok non-didik seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
MBG dirancang untuk memastikan asupan gizi yang cukup guna meningkatkan kesehatan serta produktivitas generasi mendatang.
Dengan proyeksi jumlah penduduk mencapai 324 juta jiwa pada tahun 2045, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam memastikan kualitas sumber daya manusia.
Upaya peningkatan gizi melalui program MBG dan kebijakan kependudukan yang inklusif menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva