Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dedi Mulyadi Bersikukuh Melarang Wisuda dari TK Sampai SMA, Keputusan Itu Dibuat untuk Menekan Pengeluaran Orang Tua

Bahana. • Selasa, 29 April 2025 | 18:48 WIB
Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi.

RADAR JOGJA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai menerapkan efisiensi dalam lingkungan terkecil pemerintahan.

Hal itu dilakukan dengan mempertemukan sejumlah menteri dan seluruh Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, dan Lurah se-Jabar.

Pertemuan ini dilakukan dalam rangka Rapat Koordinasi Gawe Rancage Pak Kades Jeung Pak Lurah pada Senin (28/4/2025) di Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Dedi mengungkapkan kerangka berpikir rapat yang diadakan di Bale Asri Pusdai tersebut.

"Apa sih hari ini yang digunakan logika berpikirnya adalah logika menekan biaya yang dikeluarkan warga," tuturnya.

Strategi yang dilakukan, Dedi meyampaikan, menekan pengeluaran orang tua.

"Salah satu strategi yang dilakukan adalah ketika dana pendidikan tinggi, BOS dibayarkan, ada BOS provinsi, maka orang tua tidak boleh lagi ada pengeluaran," ujarnya.

Hal ini dilakukan, Dedi mengatakan, untuk menekan angka kemiskinan

"Apa yang tidak boleh? Tidak boleh lagi ada wisuda dari TK sampai SMA," tekannya.

Menurut Dedi, kegiatan tersebut menimbulkan pembiayaan.

"Karena itu pembiayaan. Tidak ada lagi study tour yang di dalamnya piknik," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat menceritakan terkait seorang ibu di Bekasi yang menangis karena harus membayar study tour jutaan rupiah.

"Yang kemarin menarik, Kepala SMK Swasta di Bekasi ditegur oleh Kepala Dinas Pendidikan karena bikin piknik di Bali.

"Ia berargumentasi begini, 'kami tidak melaksanakan study tour di Bali. Rp5,4 juta bukan buat study tour, tapi buat perpisahan'," cerita Dedi menirukan perkataan Kepala Sekolah terkait.

Dedi menekankan, melarang kegiatan yang mengharuskan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan orang tua.

"Bagi saya, mau study tour, mau study banding, mau apapun, yang penting anak keluar dari daerahnya, mengeluarkan biaya, memungut dari orang tuanya, tidak boleh," pungkasnya.

Dedi menjelaskan, kebanyakan orang tua harus meminjam untuk biaya kegiatan sekolah anak.

"Dari mana orang tua memperoleh uang untuk outing kelas anaknya, untuk jaket anaknya, kemudian untuk biaya study tour anaknya, pinjam di koperasi simpan pinjam, pinjam di pinjol, pinjam di Bank Emok," bebernya.

 

Editor : Bahana.
#dedi mulyadi #Gubernur Jawa Barat