RADAR JOGJA - Miftah Maulana Habiburrohman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, yang menandakan adanya kekosongan jabatan tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut adalah bentuk tanggung jawab atas kesalahan seorang kesatria.
Presiden Prabowo juga mengaku akan segera mencari pengganti Miftah di kabinetnya.
Di jagat maya, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjadi nama yang muncul sebagai pengganti Miftah.
Publik dikejutkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan Presiden Prabowo dan UAH sedang bersalaman.
Terlebih terdapat keterangan, “Resmi Ustadz Adi Hidayat mengganti peran dari Gus Miftah sebagai Utusan Kepresidenan.”
Ada juga video yang beredar saat UAH turun dari pesawat dengan keterangan “Ustadz UAH/Ustadz Adi Hidayat tiba di Jakarta, menuju Istana Presiden menghadiri pelantikan dirinya menggantikan Gus Miftah.”
Kabar UAH tersebut disambut dengan berbagai reaksi terhadap kemungkinan penunjukkan UAH.
Banyak yang mendukungnya, menganggap bahwa ia adalah sosok yang tepat dan bisa membawa perubahan positif dalam bidang kerukunan beragama di Indonesia.
Seperti yang disampaikan oleh akun TikTok @ceo.review01, “Ini menurut pribadi saya, kalau memang betul Pak Prabowo itu menunjuk Ustadz Adi Hidayat berarti Pak Prabowo menunjuk orang yang tepat.
Kenapa? Karena Ustaz Adi Hidayat itu memiliki wawsan yang sangat luas, kemampuan yang sangat luar biasa, sehingga kalau memang beliau ditunjuk menjadi pengganti dari GUs Miftah itu sangat cocok sekali.”
Penolakan UAH sebagai pengganti Miftah pun dituliskan oleh netizen. “Tolong jangan, tetapkan Gus Miftah, maafkan beliau” atau “Ga setuju”.
Namun, hingga saat ini belum ada penyampaian resmi dari pihak Kepresidenan atau Istana Negara bahwa UAH akan menggantikan Miftah Maulana Habiburrohman sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva