RADAR JOGJA - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang menyinggung soal "janda" dalam kampanye di Jakarta Timur pada 16 November 2024.
Video yang memperlihatkan momen tersebut menuai kontroversi, memicu spekulasi, dan berujung pada permintaan maaf dari Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengakui bahwa penggunaan kata "janda" mungkin kurang tepat, terutama di tengah suasana kampanye Pilgub Jakarta yang sarat dinamika dan emosi.
Diksi tersebut menimbulkan salah tafsir dan memicu reaksi negatif di kalangan masyarakat, meskipun menurutnya tidak ada maksud merendahkan pihak manapun.
Dalam video yang viral, Ridwan Kamil terlihat berbincang bersama politikus Gerindra, Habiburokhman, di atas panggung.
Dalam perbincangan tersebut, ia menyebutkan bahwa Habiburokhman akan memberikan santunan kepada para janda.
Potongan video ini kemudian tersebar luas, menimbulkan tudingan seksisme terhadap dirinya.
Tim kampanye RIDO (Ridwan Kamil dan Doni Monardo), melalui juru bicara Cheryl Tanzil, menjelaskan bahwa video tersebut telah mengalami penyuntingan yang menghilangkan konteks aslinya.
Sesi itu sebenarnya merupakan bagian dari perkenalan anggota DPR dan DPRD, serta aspirasi warga yang hadir di acara tersebut.
Salah satu warga yang hadir adalah seorang perempuan single parent yang menyampaikan keluhannya tentang tantangan hidup sebagai janda.
Aspirasi ini, menurut Cheryl direspons oleh Ridwan Kamil sebagai bentuk kepeduliannya terhadap wanita Indonesia yang berjuang sendirian.
Tim RIDO menduga video itu sengaja dipotong dan diedit untuk menciptakan persepsi negatif terhadap Ridwan Kamil.
Penyuntingan terlihat dilakukan secara profesional, diduga bertujuan menyudutkan sosok Ridwan Kamil di tengah hingar bingar kampanye yang semakin memanas.
Ridwan Kamil dan tim kampanye RIDO menegaskan bahwa mereka akan terus fokus pada kampanye yang konstruktif dan solusi nyata bagi masyarakat Jakarta.
Meskipun insiden ini memunculkan tantangan baru, mereka percaya masyarakat Jakarta mampu menilai dengan bijak informasi yang beredar.