RADAR JOGJA – Ade Nurul Fadillah (18) calon pramugari di sekolah penerbangan Sumatera Flight Medan (SFM) ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di asrama sekolahnya pada Sabtu (16/10/2024).
Menurut kuasa hukum SFM, Hendra Manatar Sihaloho, Ade Nurul Fadillah sempat mengeluhkan sakit kepala hingga tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
Hendra menuturkan, setelah Ade mengeluhkan sakit sontak teman-temannya panik dan langsung memberitahukan kepada sang pengasuh.
“Jadi begitu pengasuh datang dia (Ade) pingsan, langsung kita larikan kita bawa ke klinik di depan dan langsung disampaikan pihak klik untuk harus dibawa ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) biar lebih dekat,” kata Hendra, Senin (28/10/2024) dikutip dari video yang beredar di medsos.
Meskipun telah dilarikan ke Rumah Sakit USU, nyawa Ade Nurul Fadillah tidak tertolong. Ia meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis.
"Pas sampai di rumah sakit USU disampaikan bahwa almarhumah sudah dinyatakan meninggal dunia. Jadi belum ada sempat terjadi penanganan medis di rumah sakit," sambungnya.
Akan tetapi, keluarga menemukan terdapat bekas cekikan di leher serta lebam di kaki hingga dada Ade Nurul Fadillah.
Putri, kakak kandung Ade Nurul Fadillah mengaku terkejut dengan kabar duka adiknya yang sebelumnya tidak pernah mengeluhkan sakit kepala.
“Kami mendapat kabar awalnya dari pihak sekolahnya mengatakan adik kami alami sakit kepala. Tidak lama berselang tiba-tiba dapat kabra lagi adik kami sudah meninggal dunia," ujar Putri, Sabtu (26/10/2024).
Ia mengatakan, keluarga membawa jenazah Ade Nurul Fadillah untuk dimandikan di rumah. Keluarga menemukan bekas memar pada jasad korban.
“Sewaktu dimandikan kami lihat di dada adik kami ada bekas memar," sambung Putri.
Putri mengungkapkan bahwa ia mendapatkan informasi jika adiknya sempat cekcok dengan seseorang sebelum akhirnya diketahui meninggal dunia.
"Sempat ada cekcok. Katanya, berkelahi dengan anak asrama sebelah. Jadi mereka satu asrama itu 15 sampai 18 orang. Dia cekcok dengan siswi lainnya yang tidak satu asrama dengannya," sambungnya.
Keluarga telah membuat laporan ke Polda Sumut yang didampingi kuasa hukumnya, Tommy Faisal Pane.
Tommy Faisal Pane mengungkapkan apabila terdapat bekas lebam pada tubuh dan ditemukan bekas jari pada leher korban menunjukkan tanda-tanda pembunuhan.
"Kalau dari tanda-tandanya, ada luka lebam di bagian bahu, kemudian di pinggang ada luka memar, dan juga jarinya membiru. Di lehernya ada bekas jari. Kalau dari forensik, itu menandakan meninggal dunia karena kehabisan oksigen," jelas Tommy Faisal Pane lagi.
Pihak keluarga menyerahkan video dan foto sebagai bukti pendukung dan mendesak pihak kepolisian untuk melakukan ekshumasi agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah. (Yasminun Ardine Issudibyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva