RADAR JOGJA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tegas menyampaikan bahwa korupsi adalah ancaman serius yang bisa merusak masa depan bangsa.
Dalam pidatonya, ia mengakui bahwa penyelewengan dan kebocoran anggaran masih terlalu banyak terjadi di Indonesia.
Korupsi yang terjadi di berbagai sektor, baik di kalangan pejabat pemerintah, pejabat politik, maupun pengusaha yang tidak patriotik, menurutnya, mengancam masa depan generasi muda Indonesia.
Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk berani menghadapi dan memberantas korupsi secara tegas.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintahannya akan berfokus pada perbaikan sistem yang lebih baik dan modern melalui digitalisasi, serta penegakan hukum yang ketat.
Tak hanya itu, Prabowo juga menekankan bahwa dirinya akan melakukan evaluasi kinerja para menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih setiap enam bulan sekali.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap anggota kabinet benar-benar bekerja maksimal dalam melayani rakyat.
Birokrasi yang berbelit-belit juga menjadi perhatian serius dari Presiden Prabowo. Ia menyoroti bahwa sistem birokrasi di Indonesia sering kali justru mempersulit masyarakat.
“Bahkan ada pembicaraan oleh rakyat kita bahwa birokrasi pemerintah kita sering mempersulit, bukan mempermudah keperluan rakyat. Bahkan ada yang mengatakan kalau bisa dibikin sulit kenapa dibikin mudah. Ini saya minta menteri-menteri sekarang mari kita lebih berani, tidak ragu ragu untuk memberi pelayanan terbaik untuk rakyat kita,” ujar Prabowo.
Ia mengingatkan para menterinya untuk tidak ragu-ragu mencopot pejabat di bawah mereka yang tidak becus bekerja.
“Kalau Anda tidak puas dengan pejabat pejabat di bawah Anda, laporkan, kita segera ganti. Begitu banyak orang yang mau mengabdi. Tidak ada orang di sini yang kebal. Yang tidak patuh, tidak bekerja keras untuk bangsa dan negara dan raykat. Saudara saya beri wewenang, copot dan suruh tinggal di rumah saja dari pada bikin susah kita,” ujar Prabowo dengan tegas.
Presiden ke-8 RI tersebut juga menggarisbawahi bahwa tak ada pejabat yang kebal, dan siapa pun yang tidak patuh serta tidak bekerja keras demi bangsa, negara, dan rakyat, akan segera dicopot.
Dengan begitu, ia berharap dapat menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Di samping itu, Prabowo Subianto menegaskan bahwa ia menginginkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulannya, untuk segera dijalankan.
Ia menyadari bahwa ada sejumlah tokoh yang masih meragukan kemampuan pemerintah dalam melaksanakan program tersebut.
Meski begitu, Prabowo optimis bahwa dengan perencanaan dan alokasi dana yang baik, program ini bisa dieksekusi dengan tepat.
Presiden menekankan bahwa tidak ada solusi instan dalam mencapai target, namun dengan pengelolaan yang baik, Indonesia mampu mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi rakyatnya.
“Saya masih mendengar beberapa tokoh meragukan kemampuan kita untuk melaksanakan itu. Saya tidak katakan bahwa ini bisa selesai dalam 1 minggu 2 minggu atau 3 bulan, tidak ada di antara kita yang punya tongkat Nabi Sulaiman. Tapi kita bisa berhitung kita bisa mengelola kita bisa alokasi dana kita bisa kerahkan sumber daya,” ujar Prabowo.
Editor : Winda Atika Ira Puspita