RADAR JOGJA-Usai kecelakaan maut bus pariwisata Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan pelajar SMK Lingga Kencana, Depok, sang sopir yang membawa bus bernomor polisi AD 7524 OG tersebut pun memberikan kesaksian mengenai kronologi kecelakaan.
Melansir dari laman Radar Bandung, kerusakan pada sistem pengereman bus Putera Fajar sebenarnya sudah dilaporkan oleh pengemudi kepada mekanik bus sebelum mengalami kecelakaan. Tim mekanik pun juga sudah melakukan perbaikan ketika rombongan sedang beristirahat makan sore di Rumah Makan Bang Jun, Ciater.
Baca Juga: 655 Anak Turut Andil dalam Festival Anak Sholeh Indonesia ke-12
Hal tersebut diungkapkan oleh sang sopir bus, Sadira. Sadira selamat dari kecelaakaan hebat, namun dirinya mengalami luka memar pada bagian kepala, tangan, hingga kaki. Sampai saat ini, Sadira masih menjalani perawatan di RSUD Subang.
“Saat istirahat makan sore, montir datang untuk memperbaiki bus. Sudah dicek montir aman, ya saya lanjutkan. Nggak tahunya rem blong lagi,” jelasnya. “Setahu saya kalau kerusakan bus parah, pasti saya akan oper penumpang,” lanjutnya.
Baca Juga: Prediksi Lecce vs Udinese Serie A Senin 13 Mei Kick Off Pukul 23.30, H2H dan Susunan Pemain
Sadira sangat panik ketika mengetahui rem bus sudah tidak dapat berfungsi. Ia mengaku tidak bisa mengendalikan laju kendaraanya. Ditambah lagi, bus berada di jalan menurun. Di tengah kepanikan yang ia rasakan, Sadira kemudian memutuskan untuk banting setir ke arah kanan karena merasa lebih sepi. Sedangkan di depannya ada banyak sepeda motor. “Waktu itu di depan ada sekitar 5 motor. Kalau saya tidak banting setir ke kanan, jumlah korban bisa tambah banyak,” ungkapnya.
Namun, keputusan Sadira untuk banting setir ke arah kanan rupanya tidak sesuai dengan harapan. Bus tetap menabrak kendaraan lain, yakni mobil Feroza dan juga 3 motor. Bus baru berhenti setelah menabrak tiang listrik. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin