Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemilu 2024 Semakin Dekat. Yuk Kenalan Dengan Noken, Sistem Pemungutan Suara di Papua

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 28 Desember 2023 | 23:15 WIB
Ilustrasi pemungutan suara di Papua dengan sistem Noken. (gaung.aman.or.id)
Ilustrasi pemungutan suara di Papua dengan sistem Noken. (gaung.aman.or.id)



RADAR JOGJA – Pemilu 2024 sudah semakin dekat. Sudah ada 3 pasangan capres dan cawapres yang siap bersaing untuk menjadi capres dan cawapres 5 tahun mendatang.


Di saat pemilu, tidak semua daerah menerapkan dengan sistem datang menyoblos ke TPS masing-masing. Terdapat sistem khusus untuk masyarakat Papua saat pemilu berlangsung. Sistem terebut bernama sistem noken.

Noken


Sistem noken dilakukan karena, pemungutan suara saat pemilu tidak bisa dilakukan di semua wilayah pedalaman Papua.

Noken berasal dari sebuah nama benda yang familiar digunakan oleh masyarakat Papua. Benda tersebut adalah tas anyaman yang terbuat dari serat kayu.


Sistem noken ini berkaitan langsung dengan kepala adat ataupun suku setempat.

Hal itu karena budaya masyarakat Papua yang sangat menghormati kepala adat ataupun suku masing-masing wilayah.


Sistem noken dalam pemilu berarti, pemungutan suara yang dilakukan menggunakan noken atau tas anyaman. Maksudnya adalah, suara disalurkan menggunakan noken atau tas anyaman yang telah dikumpulkan secara kolektif oleh masing-masing kepala adat.


Noken adalah salah satu objek budaya yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan rutinitas dan tradisi masyarakat Papua.

Oleh sebab itu, kemudian noken dimaknai dalam nilai pemilu dengan membuat komitmen politik, kesepakatan bersama, dan memberikan secara utuh suara kepada calon tertentu dengan musyawarah mufakat.


Walaupun tidak dipungkiri, sistem noken masih sering dimultitafsirkan oleh masyarakat luar Papua sebagai perubahan objek dari wujud kotak suara KPU menjadi wujud noken yang digantungkan sebagai pengganti kotak suara untuk mengisi surat suara didalamnya.


Terdapat 3 faktor mengapa sistem noken ini diterapkan untuk masyarakat Papua saat pemilu berlangsung. Yaitu: 


Geografis


Jarak tempuh dan medan di pegunungan Papua yang mayoritas bergunung terjal dan jurang curam, dinilai rumit untuk diakses oleh kendaraan.

Hanya bisa diakses menggunakan pesawat kecil atau pesawat misionaris.

Ini mengakibatkan pendistribusiaan logistik pemilu mengalami kesulitan sehingga akan bedampak pada inskonsitensi agenda pemilu nasional.


Sumber Daya Manusia (SDM)


Sebagian masyarakat di pegunungan Papua belum tersentuh oleh pendidikan.

Mereka masih hidup secara komunal dan tradisional.

Mereka belum memahami sistem pemilu secara valid, termasuk maksud, tujuan dan manfaat diadakannya pemilu.

Mereka perlu dituntun dan diarahkan melalui sebuah proses musyawarah bersama dalam memilih dan mengambil keputusan.

Oleh karena itu, sistem noken menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemilu di Papua menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Sosial Budaya


Sistem politik tradisional yang dianut masyarakat pedalaman Papua dikenal dengan bigman atau orang besar. Setiap keputusan dalam komunitas, dilaksanakan secara kolektif kolegial.

Contohnya yaitu seperti, saat terdapat suatu hal yang hendak dilaksanakan dengan baik dalam kehidupan dan berkaitan dengan hubungan sosial kemasyarakatan, masyarakat akan berkumpul dan bermusyawarah.

Ide dan gagasan dalam musyawarah tersebut dapat diakumulasi menjadi keputusan mutlak dan dinyatakan secara resmi oleh kepala suku atau bigman mereka.


Ketiga faktor tersebut memiliki kontribusi yang positif untuk dikeluarkannya keputusan MK dengan nomor 47-81/PHPU-A-VII/2009, tentang pemilu sistem noken di Papua, dengan dalih MK memahami dan menghargai nilai budaya yang hadir di kalangan masyarakat Papua, yang dimana memiliki kekhasan dalam pemilu dengan cara kesepakatan warga atau aklamasi.


Dalam pelaksanaan sistem noken, terdapat dua cara yang digunakan yaitu, noken bigman dan noken gantung.


Sistem Noken Bigman


Sistem noken bigman yaitu seluruh suara diserahkan atau diwakilkan kepada kepala suku atau adat setempat.

Terlebih dahulu, masyarakat akan melakukan musyawarah untuk menentukan pilihan bersama, setelah itu kepala suku akan menyalurkan hasil musyawarah tersebut ke TPS secara kolektif.

Sistem ini digunakan oleh masyarakat Pegunungan Tengah Papua.


Sistem Noken Gantung


Sedangkan sistem noken gantung adalah, surat suara dimasukkan kedalam noken gantung pengganti kotak suara, dan nantinya dikumpulkan secara kolektif oleh kepala suku atau adat setempat. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Masih Merayakan Tahun Baru dengan Kembang Api? Ini Dampak Negatifnya Bagi Lingkungan dan Kesehatan !

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Noken Gantung #Sistem Pemungutan Suara di Papua #Noken #papua #sistem noken #pemilu 2024 #Noken Bigman #wilayah pedalaman