RADAR JOGJA - Gunung Dukono di Maluku Utara dilaporkan meletus pada Minggu (19/11) pagi ini.
Melansir dari Antara News, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) mencatat bahwa adanya letusan berupa semburan abu vulkanik setinggi 2.600 meter yang keluar dari kawah gunung tersebut.
Bambang Sugiono, petugas yang bekerja di Pos Pengamatan Gunung Dukono, mengatakan bahwa letusan tersebut terjadi ada pukul 7.24 WIT.
"Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Bambang seperti yang dikutip dari Antara pada Minggu (19/11).
Oleh karena itu, dirinya lantas memperingatkan para wisatawan supaya tidak mendaki, beraktivitas, maupun mendekati kawah Malupang Warirang dalam radius sejauh dua kilometer.
Selain itu, Bambang juga menyarankan agar masyarakat sekitar Gunung Dukono selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari risiko bahaya abu vulkanik pada saluran pernafasan.
Sebagai informasi, Gunung Dukono saat ini berada di level II atau Waspada.
Di sekitar gunung yang memiliki tinggi 1.335 meter tersebut juga terdapat pemukiman warga yang paling dekat berjarak 11 kilometer dari puncaknya.
PVMBG pada Sabtu (18/11) kemarin, mencatat adanya asap di kawah utama yang berwarna putih dan kelabu dengan intensitas teal setinggi 200 hingga 3.000 meter dari puncak Gunung Dukono.
Tak hanya itu, PVMBG juga mengamati adanya gempa vulkanik sebanyak 49 kali dengan amplitudo 6 sampai 34 milimeter dan durasi gempa selama 30,36 hingga 73,14 detik.
Baca Juga: Tak Dipinjami Uang Rp 50 Miliar untuk Nyalon Bupati, Pria Ini Habisi Nyawa Istri
Selain itu, tercatat adanya gempa tektonik lokal sebanyak satu kali dengan amplitudo 30 milimeter S-P 8,59 detik, dan durasi gempa selama 62,37 detik.
Lalu, terdapat gempa tektonik jauh sebanyak 17 kali dengan amplitudo 6 hingga 34 milimeter, S-P 11,05 sampai 43,57 detik, dan durasi gempa selama 50,57 hingga 166,29 detik.
Serta terjadi juga gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5 hingga 6 milimeter, namun amplitudo dominan di dua milimeter.
Diketahui, Gunung Dukono memiliki sejarah panjang terkait letusan gunung api yang terjadi terus menerus, sehingga aktivitas letusan seperti saat ini merupakan hal yang biasa bagi penduduk setempat.
Gunung Dukono berada di sekitar 14 kilometer dari Kota Tobelo yang diketahui sebagai wilayah dengan pemukiman paling padat di Halmahera Utara, letaknya di sebelah barat daya gunung api tersebut.
Gunung Dukono memiliki karakteristik erupsi yang bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran lava, serta aliran piroklastika.
Sejauh ini, di sepanjang tahun 2023 PVMBG mencatat total letusan yang terjadi di Gunung Dukono sudah sebanyak 25 kali letusan hingga saat ini.
Editor : Bahana.