Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menjadi Korban Kekerasan Seksual Anak Laki-laki Tak Dikenal, Bocah 10 Tahun di Sulteng Alami Pendarahan

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 6 Oktober 2023 | 18:21 WIB
Ilustrasi foto kekerasan seksual. (Pinterest)
Ilustrasi foto kekerasan seksual. (Pinterest)

 

RADAR JOGJA – kasus kekerasan seksual bak fenomena gunung es, hanya sedikit yang muncul ke permukaan.

Kasus kekerasan Kembali menimpa anak di bawah umur.

Bocah Perempuan berusia 10 tahun, di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah menjadi korban kekerasan seksual di sekolah.

Yang mencengangkan, si pelaku kekerasan seksual ini anak laki-laki tidak dikenal dan kejadiannya berada di dalam kelas.


Peristiwa itu membuat korban yang duduk di bangku kelas 4 SD harus mendapatkan perawatan medis. Dia dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Karena mengalami pendarahan pada bagian vaginanya.


Ibu korban inisial NH, 27,  bercerita peristiwa itu terjadi Selasa (26/9/2023) lalu.
Siang itu korban berinisial N pulang ke rumah lebih awal dari biasanya. Sesampai di rumah ibunya melihat N menangis.


“Jadi saya tanya, kenapa nak, engkau lapar? Tidak, kenapa sakit? Anakku menjawab tidak ma,“ cerita NH.

Sesampainya di rumah, semua pakaian seragam, sepatu ditinggalkan. Dan saat itu juga si ibu korban sempat melihat darah mengalir dari vaginanya.

Lantas dia melarikan anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabelota Donggala pada Kamis (28/9/2023).


“Saya tanya tidak dijawab. Neneknya bilang katanya tertusuk kayu,” kata NH.

Saat dia memandangi sang anak, raut wajah putrinya itu pucat pasi. Khawatir terjadi apa-apa dia bergegas membawa putrinya ke rumah sakit. Apalagi melihat kondisi putrinya mengeluarkan darah layaknya haid.

"Saya berpikir jangan - jangan anaknya sudah mulai haid," katanya. Di dalam hati ia berkata. Meski dia pun juga bertanya-tanya terkait darah haid, padahal putrinya baru menginjak 10 tahun.

 

Saat diperiksa, doker menyarankan untuk membujuk N, untuk mengatakan yang sebenarnya.

Setelah dibujuk, N akhirnya mau bercerita bahwa badannya ditindih dengan laki-laki saat, teman-teman kelasnya beristrihat di luar kelas.

Mendengar pernyataan itu, betapa terkejutnya dia.


“Ada anak laki-laki yang mentindihkan badannya. Katanya pakai celana panjang hitam, kaos lengan Panjang hitam dan mukanya tidak dikenal,” terang NH.

Kini pihaknya sudah sudah melaporkan hal ini kepada polisi setempat dan dalam penanganan Unit Pelayanan dan Anak Polres Donggala. (Dwi Putri Birgita Lumban Nahor)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kekerasan seksual anak #fenomena gunung es #kekerasan seksual #perawatan medis #penanganan Unit Pelayanan dan Anak Polres Donggala #donggala #sulawesi tengah