RADAR JOGJA - “Gapopo nak, mama ikhlas nak, ikhlas,” ungkap Elvira Rustina, ibu Muhammad Naufal Zidan ketika berada di tempat pemakaman umum (TPU), Jogoyudan, Lumajang Sabtu (5/8/2023) siang. Kalimat itu terus diulangi sang ibu bersama ayahnya sampai proses pemakaman jenazah mahasiswa UI itu selesai.
Sebelumnya, jenazah yang diduga dibunuh oleh seniornya tiba di Jl. PB Sudirman, gang AA nomor 21, Kelurahan Tompokersan, Lumajang sekitar pukul 11.45 WIB. Jenazah Zidan diantar kendaraan ambulans berwarna putih. Isak tangis keluarga pun pecah ketika peti jenazah berisikan Zidan diturunkan.
Seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Jember, Elvira Rustina tak kuasa menahan kesedihan ketika turun dari mobil ambulans. Air mata mengucur deras membasahi kerudung yang dia kenakan, sampai-sampai dia harus dituntun berjalan masuk ke dalam rumah. Sedangkan sang ayah, Sohibi Arif ikut menguatkan istrinya dari belakang sambil sesekali mengusap air matanya.
Sejak pagi, cukup banyak pelayat dan tetangga yang sudah berkumpul di rumah duka, mereka ingin menyaksikan jenazah Zidan untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Jenazah langsung disalatkan di musala yang bersebelahan dengan rumah duka. Sekitar pukul 12.30 lalu dibawa ke TPU.
Sohibi Arif mengaku ikhlas dengan kepergian anaknya. Namun, dia tetap tidak terima jika si pembunuh tidak dihukum sepadan. “Saya berharap, pelakunya harus mati karena anak saya sudah tidak ada nyawanya, pelakunya juga harus tidak ada nyawanya. Itu baru adil, bagi saya seperti itu,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian Dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI Untung Yuwono mengatakan, pihaknya mendengar kabar kematian mahasiswanya pada hari Jum’at sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, pihak kampus langsung kroscek ke rumah sakit.
“Posisi itu saya sedang rapat dan sekitar pukul 14.00 WIB mendatangi rumah sakit Polri Kramat Jati. Menurut kabar, jenazah akan diotopsi, tetapi masih menunggu pihak keluarga. Lalu ibu dan ayahnya datang sebelum maghrib dan atas persetujuan mereka, otopsi itu dilakukan. Hasilnya tidak disampaikan, karena itu rahasia penyidikan,” katanya.
Untung mengatakan, jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju Lumajang sekitar pukul 22.00 (4/8/2023) bersama kedua orang tuanya. Sedangkan dia bersama rombongan jajaran perwakilan UI menyusul pagi hari tadi. Namun, rombongan itu tiba di Lumajang terlebih dahulu sebelum jenazah tiba di rumah duka.
“Kami terus menguatkan keluarga, tanggung jawab kami mewakili UI mendampingi keluarga, menenangkan keluarga. Tentu saja kami berharap keluarga yang ditinggalkan bisa menjalani ini dengan tabah. Karena peristiwa yang menimpa saudara Zidan, bukan hanya musibah keluarga. Tetapi musibah bagi kami di UI,” terangnya.
Editor : Heru Pratomo