Berangkat dari itulah, Dinas Kebudayaan DIJ dan sahabat museum mengadakan sarasehan bertema keteledanan Jenderal Soedirman di Museum Sasmitaloka Bintaran Jogja Senin (24/5).
Putera ke 7 Jenderal Sudirman, Teguh Soedirman menuturkan, keteladanan Jendral Sudirman, tidak ada habisnya. Perang gerilya yang dipimpin Jenderal Sudirman memang unik, spektakuler dan penuh misteri.
Menurutnya, perang urat syaraf antara kesabaran melawan hawa nafsu dan kesombongan. Serangkaian, peristiwa pasca datangnya kembali Belanda, yang ingin berkuasa kembali di konflik dan tanggung jawab moral, soal genjatan senjata .
Perundingan Linggarjati,Agresi Belanda, Perundingan Renvile,Pemberontakan PKI di Madiun. Pak Dirman, sangup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Negara RI yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 sampai titik darah yang penghabisan.
“ Nilai- nilai keteladanan yang dimiliki sosok Pangsar Sudirman, diantaranya Tawakal dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, sabar dan teguh dalam pendirian, bermusyawarah dan membangun jaringan, rela berkorban dengan sepenuh hati. Kebersamaan dan semangat berbagi.” ujarnya.
Teguh Sudirman menambahkan, perjalanan sejarah panjang Sudirman berawal dari pangkat bawah hingga menjadi Jenderal besar. Meski kondisi dalam keadaan sakit, tetap memimpin dalam perang gerilya yang ia inisiasi sendiri,”ujarnya.
Sementara itu, Kabalakmusmonpus, Disjarahad Kolonel Inf Andi M Suryadarman, mengatakan ketauladanan sosok Sudirman, adalah semangat patriotisme pada bangsa dan negara.
“Memiliki jiwa nasionalisme dan cinta anah air. Rela berjuang untuk bangsa dan Negara. Semangat berkorban demi Kemerdekaan RI, pantang menyerah walau senjata seadanya.Meski sedang sakit sosok Sudirman tetap mampu melanjutkan perjuangan.Bersatu dan bergabung bersama rakyat,”jelasnya. (sky)
Editor : Editor News