JOGJA - Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan di DIY mulai meningkat memasuki pekan ketiga Ramadan.
Aktivitas buka puasa bersama serta mulai cairnya tunjangan hari raya (THR) mendorong lonjakan transaksi, terutama di sektor kuliner dan fesyen di sejumlah mal di Jogja.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY Surya Ananta mengatakan, pada awal Ramadan kondisi pusat perbelanjaan masih relatif normal tanpa lonjakan pengunjung yang signifikan.
Baca Juga: Mudik 2026 Diprediksi Disesaki Jutaan Kendaraan, Peneliti UGM Ingatkan Bahaya Ini di Jalan
"Seminggu pertama Ramadan biasanya memang slowdown. Masyarakat fokus pada aktivitas ibadah jadi tingkat kunjungan masih normal dan belum ada lonjakan," ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Diakuinya, perubahan mulai terlihat sejak memasuki minggu kedua Ramadan dan berlanjut hingga minggu ketiga, sampai menjelang Lebaran.
"Mulai minggu kedua grafik kunjungan sudah naik dibandingkan kondisi normal, meski masih didominasi pengunjung lokal, yaitu masyarakat Jogja sendiri," katanya.
Surya menjelaskan, peningkatan aktivitas di pusat perbelanjaan terutama terlihat di sektor kuliner, khususnya restoran yang menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berbuka puasa bersama.
"Aktivitas seperti resto ramai karena masyarakat sudah mulai buka puasa di tempat-tempat publik seperti restoran di mal maupun hotel," jelasnya.
Selain sektor kuliner, transaksi di sektor lain seperti fesyen juga mulai meningkat seiring dengan beredarnya THR di masyarakat.
"Belanja di luar makanan juga mulai meningkat, karena didukung dengan THR. Ini cukup memicu kenaikan transaksi terutama di sektor fesyen," ujarnya.
Ia menambahkan kebutuhan perlengkapan perjalanan seperti koper dan berbagai kebutuhan Lebaran juga mulai terlihat meningkat di pusat perbelanjaan.
Secara garis besar, Surya mewakili APPBI DIY memprediksi lonjakan kunjungan akan semakin terasa menjelang masa libur Lebaran, terutama ketika pemudik mulai masuk ke Jogja.
"Mulai tanggal 16 Maret ke depan kemungkinan sudah ada pergerakan orang dari luar kota masuk karena sudah mulai libur," kata Surya.
Ia menilai jumlah pengunjung pada periode Lebaran tahun ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, seiring dengan berbagai faktor pendukung mobilitas masyarakat.
"Kalau melihat proyeksi pemerintah sekitar 8 juta pengunjung ke Jogja, menurut saya tahun ini kemungkinan bisa lebih tinggi," bebernya.
Menurutnya, salah satu faktor yang dapat mendorong peningkatan kunjungan adalah semakin berkembangnya akses transportasi menuju Jogja atau DIY, khususnya melalui jaringan jalan tol.
"Setiap ada pembukaan jalur tol yang makin dekat ke Jogja biasanya membawa dampak peningkatan kunjungan. Orang makin mudah pakai jalur mobil menuju Jogja," jelasnya.
Selain itu, peningkatan kapasitas moda transportasi seperti kereta api juga dinilai akan berkontribusi terhadap tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
"Kereta api sudah mengumumkan penambahan gerbong. Ini tentu membantu meningkatkan kapasitas penumpang yang datang ke Jogja," ulasnya.
Sementara itu, terkait kondisi ekonomi seperti penurunan daya beli masyarakat atau kenaikan biaya hidup, Surya menilai hingga saat ini dampaknya belum terasa signifikan terhadap aktivitas di pusat perbelanjaan.
"Secara makro memang ada isu seperti penurunan kelas menengah atau kemungkinan kenaikan biaya energi, tapi sampai hari ini pergerakan di pusat belanja masih terlihat normal," katanya.
Ia berharap momentum Lebaran tetap berjalan dengan kondisi yang stabil, dan perekonomian tetap berjalan secara normal.
"Mudah-mudahan momentum Lebaran ini bisa terlewati dengan kondisi yang tetap normal," harapnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung mal di Jogja Dina Puspitasari mengaku mulai lebih sering mengunjungi pusat perbelanjaan selama Ramadan.Terutama untuk berbuka puasa bersama teman maupun keluarga.
"Biasanya kalau Ramadan saya lebih sering ke mal untuk buka puasa bareng teman. Sekalian juga lihat-lihat baju Lebaran," katanya.
Secara pribadi, ia menilai suasana pusat perbelanjaan di Jogja mulai terasa lebih ramai dibandingkan awal Ramadan.
"Sekarang sudah mulai ramai, terutama menjelang waktu buka puasa. Banyak yang datang untuk makan atau sekadar jalan-jalan," ujarnya. (iza)