Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren Aipda Margadi Sukses Kembangkan Sarpantik, Tak Canggung Garap Sawah, Sebagian Hasil Dibagi ke Warga

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 1 November 2025 | 03:18 WIB
INSPIRATIF: Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren Aipda Margadi menjadi sosok polisi menginspirasi dengan menciptakan inovasi pertanian melalui sistem tumpang sari.
INSPIRATIF: Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren Aipda Margadi menjadi sosok polisi menginspirasi dengan menciptakan inovasi pertanian melalui sistem tumpang sari.

 

KEBUMEN - Ketika turun ke sawah, Aipda Margadi melepas semua embel-embel jabatan yang melekat. Sama seperti petani lain, ia menyatu dengan lumpur dan bermandikan sinar matahari. Dari keseriusan ini, sosok polisi tersebut berhasil membuahkan inovasi pertanian melalui sistem tumpang sari.

Di tengah hamparan sawah Desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren, pria berseragam cokelat itu tampak serius menggarap lahan. Dia bukan petani biasa, melainkan sosok Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren; Aipda Margadi.

Baca Juga: Usai Jumatan Diterjang Angin Kencang, Atap Asrama dan Ruang Belajar Santri di Magelang Terdampak


Lewat ketekunannya di bidang pertanian, Margadi menciptakan inovasi sistem tumpang sari. Dia menyebutnya Sarpantik, akronim dari sayur, padi, ikan dan itik. Sarpantik menjadi cara cerdasnya memanfaatkan lahan sempit agar tetap produktif.


Di lahan yang tidak begitu luas, antara pertanian, perternakan dan perikanan hidup dalam satu ruang secara terintegrasi. Padi tumbuh di tengah lahan, ikan lele hidup di petak air, itik mencari makan alami, sementara sayuran hijau tumbuh di tepi sawah. "Konsep ini dikembangkan agar lahan kecil bisa dimanfaatkan secara maksimal," ucapnya, Jumat (31/10).


Keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan baginya berinovasi. Justru di tengah lahan terbatas dia merasa tertantang hingga menciptakan keseimbangan ekosistem lebih baik. Sistem yang dirancang saling mendukung. Ikan membantu mengendalikan hama padi secara alami, sementara kotoran itik menjadi pupuk alami.


Selama ini hasil dari sistem Sarpantik pun tidak hanya dia nikmati sendiri. Sebagian ikan dibagikan untuk warga, sisanya dialokasikan dalam bentuk kepedulian sosial. "Hasilnya dibagi, biar masyarakat ikut menikmati," ucapnya.


Inovasi ini secara perlahan kemudian menarik perhatian warga Desa Indrosari. Tidak sedikit warga datang menimba ilmu untuk belajar inovasi pertanian. Margadi menyambut siapa pun yang ingin belajar dengan tangan terbuka. Dia begitu sabar menerangkan kepada warga terkait sistem pertanian yang selama ini ditekuni.


Baginya, apa yang dilakukan hanya bagian dari tanggung jawab sebagai Bhabinkamtibmas. Ia bahkan enggan disebut sebagai sosok inspiratif. Semua dilakukan dengan sabar dan ikhlas.
"Kalau masyarakat makmur, keamanan ikut terjaga. Itu sejalan dengan tugas kami menjaga ketertiban dan kesejahteraan," ujarnya merendah. (fid/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#keamanan #Pertanian #sosial #sosok polisi #bhabinkamtibmas #inovasi pertanian