RADAR JOGJA – Masyarakat perlu waspada terhadap peredaran uang palsu yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Sebagaimana peristiwa di Yogyakarta, seorang pemilik toko di Jalan Nglempongsari, Palagan, Sleman menjadi korban penipuan uang palsu, baru-baru ini.
Korban (penjual) baru menyadari uang palsu setelah pembeli pergi, sehingga sulit untuk melacak pelakunya.
Kejadian ini dibagikannya di medsos sebagai peringatan bagi para pedagang di sekitar Palagan agar lebih teliti saat transaksi jual beli.
“Tp beneran lho, uang palsu sekarang bener2 mirip uang asli. Bahkan pake scan sinar uv aja ada bayangannya,” ungkap marlinda.indahs dari komentar akun Instagram pribadinya.
Agar masyarakat dapat meminimalisir kemungkinan ditipu dengan uang palsu, berikut tips untuk membedakan antara uang asli dan palsu, yaitu dengan melihat bagian warna, uang yang asli memiliki warna yang cenderung lebih cerah, jelas, dan tajam.
Selain itu, detail pada uang asli lebih sulit untuk ditiru, sedangkan uang palsu cenderung memiliki warna yang pudar atau bahkan luntur jika terkena air.
Kemudian apabila diraba, bagian tekstur uang kertas yang asli lebih kasar dan tidak licin karena terbuat dari serat kapas khusus.
Untuk membedakannya juga bisa di terawang ke arah cahaya, uang asli memiliki logo Bank Indonesia (BI) yang utuh.
Uang palsu umumnya tidak memiliki gambar rectoverso seperti uang asli atau kadang ada namun terlihat tidak sempurna.
Dan terakhir, dapat juga membedakan uang asli dan palsu dengan menggunakan alat khusus pendeteksi uang palsu yang menggunakan cahaya UV.
Uang asli akan menunjukkan elemen tertentu yang bersinar terang di bawah sinar UV, sedangkan uang palsu tidak.
Sehingga dengan beredarnya uang palsu tersebut di lingkungan masayarakat, masyarakat diimbau untuk sangat penting meningkatkan kewaspadaan yang dapat menjadi kunci utama agar terhindar dari kerugian akibat peredaran uang palsu. (Annisa Malika Akbar)
Editor : Meitika Candra Lantiva