Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Proses Penentuan Awal Ramadhan, Kanwil Kemenag DIY Segera Adakan Rukyatul Hilal di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 26 Februari 2025 | 01:05 WIB
Ilustrasi melihat hilal.
Ilustrasi melihat hilal.

JOGJA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY akan melaksanakan rukyatul hilal jelang Ramadhan pada Jumat (28/2/2025). Pemantauan akan dilakukan di sekitar kawasan pemakaman Syekh Bela Belu, Parangtritis, Kretek, Bantul tepatnya di Pos Observasi Bulan (POB) yang menjadi tempat permanen dan representatif. 

"Persiapan ya setelah Jumatan, tempat, alat dan segala sesuatu terkait rukyatul hilal," ujar Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag DIY Sya'ban Nuroni saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2025). 

Penyelenggaraan rukyatul hilal akan melibatkan instansi yang terkait dengan hisab rukyat. Mulai dari pakar, perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), organisasi masyarakat (ormas) terkait, seluruh perguran tinggi di DIY dan pondok pesantren yang mempunyai pelajaran konsentrasi ilmu falak atau hisab serta masyarakat. 

"Kami mempunyai teropong utama yang sudah dipasang permanen di sana (POB Syekh Bela Belu)," tuturnya. 

Teropong tersebut akan dijadikan teropong utama untuk melakukan pengamatan dan disalurkan ke layar POB. Hasil teropong itu sudah terdigital semuanya. Namun beberapa pihak yang hadir juga biasanya akan membawa teropong sendiri, terutama perguruan tinggi. 

"Sebanyak 10 teropong ya ada lah, karena seperti UII, UAD itu juga punya," bebernya. 

Hasil dari rukyatul hilal tersebut akan diserahkan ke Kemenag Pusat dalam bidang isbath sebagai bahan pertimbangan. Bentuk laporan intinya menunjukkan keterangan rukyat hilal berhasil dilihat atau tidak. 

"Banyak faktor yang menyebabkan hilal itu bisa dilihat atau tidak. Ya, salah satu faktornya adalah faktor alam ini (cuaca)," terangnya. 

Namun masih ada puluhan POB di luar Jogja untuk tempat melakukan pengamatan. Jadi kalau di Jogja mendung, banyak tempat lain yang masih bisa melihat rukyatul hilal. 

"Tapi paling tidak Jogja mempunyai kontribusi untuk melaporkan ke sidang isbat, begitu," tandasnya.

Baca Juga: Erick Thohir Umumkan Mantan Direktur Olahraga Barcelona Sebagai Penasihat Teknik Timnas Indonesia, Siapa Dia?

Rukyatul hilal adalah proses pemantauan bulan sabit muda untuk menandai awal bulan dalam kalender Hijriah. Agenda tersebut rutin dilaksanakan sebagai salah satu metode penentu awal Ramadhan dan Idul Fitri. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#parangtritis #Hilal Awal Ramadan #rukyatul hilal #rukyatul hilal ramadan