RADAR JOGJA - Presiden RI Prabowo Subianto mengundang negara-negara dunia serta sektor swasta untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk membuka rumah sakit dan universitas.
Ajakan ini disampaikan saat Prabowo berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Peru.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sedang membuka peluang besar di sektor pendidikan dengan memberikan kesempatan kepada universitas asing untuk mendirikan kampus di Tanah Air.
Selain itu, ia juga mengundang rumah sakit internasional untuk membuka cabang di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.
Sebagai mantan pengusaha sebelum terjun ke dunia politik, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya memahami kebutuhan dan harapan sektor swasta.
Ia mengatakan stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan menjadi prioritas utama pemerintah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Pemerintah, lanjutnya, telah memperbarui berbagai regulasi untuk memberikan insentif yang menarik bagi para investor.
Pemerintah juga telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai wilayah untuk mempermudah investor dalam menjalankan bisnis.
Selain itu, Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia tengah fokus pada pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung perekonomian tradisional.
Dalam pidato tersebut, Prabowo mengangkat isu hilirisasi sumber daya alam (SDA) sebagai strategi utama pengembangan ekonomi Indonesia.
Dengan kekayaan alam yang melimpah baik di darat maupun laut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendirikan industri pengolahan di berbagai sektor.
Menurut perhitungan pemerintah, dibutuhkan investasi sebesar $ 600 miliar untuk mengembangkan 26 komoditas utama Indonesia.
Prabowo menegaskan, Indonesia membuka pintu bagi pasar asing untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis ini, termasuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Ajakan ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi global yang kompetitif.