Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Elsa Firlyani, Mahasiswi Sekolah Vokasi UGM yang Peduli Difabel dan Raih Penghargaan di Pilmapres Nasional

Fahmi Fahriza • Rabu, 4 September 2024 | 02:23 WIB

 

Elsa Firlyani
Elsa Firlyani

RADAR JOGJA - Torehan membanggakan berhasil diraih Elsa Firlyani. Mahasiswi prodi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2021 ini berhasil meraih penghargaan khusus. Yakni pada kategori Peduli Difabel Program Diploma dalam acara puncak Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2024.

Elsa terpilih mewakili UGM dan Jogja pada ajang tersebut. Setelah melalui proses seleksi universitas dan regional. "Saya sangat bangga bisa mengharumkan nama UGM di kancah nasional," katanya Selasa (3/9/2024).

Bukan tanpa sebab, Elsa meraih penghargaan khusus kategori Peduli Difabel di Pilmapres nasional. Selama berkuliah, Elsa memang aktif berkegiatan dan membantu teman-teman difabel. 

 

Dia juga sempat belajar bahasa isyarat. “Dekat dengan seorang teman tuli yang mengajari saya bahasa isyarat. Tidak jarang, kami buat proyek bersama," lontarnya.

 Baca Juga: Mengenal Penyakit Mpox: Ini Dia Pengertian, Gejala, Dan Cara Mengobati Virus Cacar Monyet

Selain itu, Elsa juga bergabung dengan UKM Peduli Difabel. Sebuah unit kegiatan mahasiswa di universitas yang aktif membantu teman-teman difabel. Dengan pengalaman tersebut, Elsa membawa gagasan mengenai pentingnya kesadaran akan kehadiran teman-teman difabel.

 

"Harus dimulai dengan memperbaiki pola pikir tentang difabel. Kita masih sering melihat teman-teman ini dijadikan bahan candaan di lingkungan sekitar," ujarnya mencontohkan.

 Baca Juga: Mengenal Valentina Dyah Arum Sari, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMBY Jogja: Menjaga Harmoni Karier dan Keluarga

Dia juga berpesan, penting untuk memperbaiki cara komunikasi dengan teman-teman difabel. Yakni dengan belajar bahasa isyarat. Terakhir, dia menekankan pentingnya infrastruktur yang dibuat harus mendukung kondisi teman-teman difabel.

 

"Misal seperti UGM yang mulai menambahkan jalur kursi roda di gedung perkuliahan," urainya.

 

Lebih lanjut, adanya gelar Peduli Difabel bagi Elsa jadi sebuah tantangan tersendiri. Dia menganggap gelar tersebut sebagai amanah dan harus diemban dengan sebaik mungkin. "Dengan amanah ini, saya juga harus semakin giat beraktivitas dan lebih dekat dengan teman-teman difabel," harapnya. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#UGM #sekolah Vokasi UGM #Elsa Firlyani #pemilihan mahasiswa berprestasi (pilmapres)