Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fenomena Kos LV Marak di Jogja, Konsumen  Beralasan Ingin Lebih Bebas dan Tak Mau Diribetkan Berbagai Urusan

Khairul Ma'arif • Senin, 29 Juli 2024 | 03:38 WIB
Penghuni laki-laki dan perempuan beraktifitas di sebuah indekos di Kota Jogja, kemarin (28/7).
Penghuni laki-laki dan perempuan beraktifitas di sebuah indekos di Kota Jogja, kemarin (28/7).

RADAR JOGJA - Banyaknya mahasiswa di Jogjakarta memengaruhi kos-kos-kosan. Jenisnya pun beragam. Ada kos khusus laki-laki dan kos khusus perempuan, hingga kos campur yang lebih bebas dan sering disebut kos Las Vegas (LV). Fenonema kos LV ini bahkan kini sedang marak.

Salah seorang konsumen kos LV itu adalah Chandra Adhi. Pekerja rantau asal Bekasi ini mengaku baru beberapa bulan pindah di kos LV. Sebelumnya ia sudah mencoba beberapa model kos lain di Jogja.

"Baru sekitar empat bulan di kos sekarang. Saya sendiri di Jogja sudah enam tahunan, dulu kuliah di sini. Pindah ke kos sekarang juga karena lebih dekat dengan tempat kerja saya, area Babarsari,"  katanya kemarin (28/7).

Dikatakan, ia memilih kos LV juga bukan tanpa sebab. Pada beberapa kos sebelumnya ia mengaku banyak mendapat hal yang kurang menyenangkan. Terutama perihal aturan yang terlalu mengikat dari pemilik kos.

"Saya pindah kos beberapa kali. Ini kos saya yang keempat," sebutnya. Ia merinci beberapa kali mengalami kejadian yang kurang menyenangkan di kos sebelumnya, seperti tidak dibolehkannya menerima tamu, padahal itu adalah keluarganya sendiri. 

Hingga permasalahan lain seperti tranparansi iuran yang kurang jujur dan adil. Hal-hal itu membuatnya memantapkan pilihan untuk kemudian mencari kos bebas.

"Kos saya dulu tidak transparan. Ada satu kamar milik anak ibu kos yang ternyata listrik dan airnya itu ditanggung oleh kita anak-anak kos," ungkapnya.

Lalu di kos sebelumnya, lanjut Chandra, juga bapak atau ibu kos tinggalnya di situ. "Kalau sekarang enggak, jadi ya lebih bebas saja," tambahnya.

Menyoal harga kos, ia berujar perbandingan antara kos bebas dan kos khusus laki-laki juga tidak terlalu signifikan perbedaannya. Perbedaannya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. "Sekarang dapat kos Rp 900 ribu per bulan. Dulu kos-kosan sebelumnya juga mirip sih harganya," bebernya.

Untuk kosnya saat ini, penghuni lebih banyak didominasi pasangan suami istri (pasutri) dan pekerja. Ia sendiri tak mempermasalahkan dengan situasi itu, kendati cenderung lebih berisik dibanding kos yang dominan diisi mahasiswa.

"Dulu ramai dan berisiknya anak-anak kampus untuk nugas. Sekarang berisik karena beberapa punya bayi,"  bebernya.

Disinggung terkait fenomena kos bebas yang cukup menjamur di Jogja, ia mengaku tidak terlalu mempersoalkan hal itu. Ia menilai setiap kos memang punya target pasar masing-masing dan tiap penghuninya juga tidak lantas melakukan hal yang sebebas-bebasnya.

"Kos saya memang bebas, tapi saya juga biasa saja. Tidak bawa cewek di sini, karena kami LDR," kelakarnya (iza/laz)

 

Pilih Kos LV karena Ingin Bebas, Tak Khawatir Lagi kalau Ada Tugas Harus Pulang Pagi

Kos Las Vegas (LV) dinilai memiliki keunggulan keleluasaan bagi para penghuninya sehingga menjadi primadona para penyewa. Keleluasaan yang diberikan dalam berbagai aspek.

Tidak hanya jam malam kos-kosan, kebebasan yang diberikan juga meliputi boleh membawa teman lawan jenis ke kamar. Namun tidak semua juga karena alasan itu. Ada yang hanya ingin kebebasan sehingga memilih kos LV.

"Karena saya cinta kebebasan, jadi milih kos LV,"  ujar penghuni kos Joli Agustin, bukan nama sebenarnya, kepada Radar Jogja, kemarin (28/7).

Dia mengaku sudah menyewa kos LV sejak dari 2017. Itu dilakukannya sejak berstatus mahasiswa hingga sekarang menjadi seorang pekerja. Kos LV yang disewanya berada di Kapanewon Sewon, Bantul.

Joli mengungkapkan, memilih kos LV kala itu karena kegiatan kampusnya banyak. Kondisi itu kadang memaksanya baru pulang kos pada malam hari. "Biar mengikuti proses di kampus seumpama acara sampai pagi bebas. Tidak ada jam malam, bisa masukin teman-teman di kosan," bebernya.

Hal itu adalah segelintir faktor dari banyaknya alasan lainnya. Selain itu dengan kos LV membuatnya punya teman tidur ketika merasa kesepian di kamar. Menurutnya, dengan kos LV lebih nyaman, tidak ada beban harus balik kos sesuai jam yang sudah disepakati.

"Lebih enak aja berkegiatan, tidak ada beban, tidak terikat waktu dan dibatasin hanya cewek-cewek saja," ujar perempuan yang kini pekerja swasta itu. Dari 2017 sampai sekarang dia masih nyaman dengan kos LV. (rul/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kost Bebas #Anak Kos #Kos Las Vegas #Seturan Babarsari