GUNUNGKIDUL - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) jenjang TK dan SD lebih lama dibanding SMP maupun SMA. Harapannya murid baru bisa belajar mandiri, sehingga selama proses belajar tidak perlu ditunggu oleh orang tua.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul Agus Subariyanto mengatakan, MPLS jenjang TK dan SD berlangsung selama 10 hari. Lebih lama 5 hari dibanding MPLS jenjang SMP.
"Hari ini kegiatan terakhir MPLS," kata Agus Subariyanto pada Jumat (26/7/2024).
Selama MPLS berlangsung pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Tim monitoring ingin memastikan MPLS berjalan sesuai dengan ketentuan.
"Di SDN Kantongan 3, Nglipar ada kegiatan skrining kesehatan dan vaksinasi peserta didik baru," ujarnya.
Dalam kesempatan MPLS tersebut, pihaknya mendukung kebijakan sekolah dalam hal menanamkan kemandirian para siswa baru.
"Guru mengupayakan dalam tanda petik, sedikit memaksa supaya anak berani untuk belajar di sekolah tanpa ditunggu oleh orangtuanya," ucap mantan Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul itu.
Pendekatan psikologis kepada murid baru SD diperlukan supaya mereka bisa segera beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Akhirnya menjadi kewajiban sekolah untuk bagaimana mengkondisikan siswa baru untuk belajar mandiri dan berani ditinggalkan orang tua," jelasnya.
Contoh kasus, kata Agus, pernah ada salah satu orang tua menunggu anaknya kegiatan belajar mengajar (KBM) dari mulai berangkat sampai pulang sekolah.
"Sekarang tentu juga masih ada kejadian seperti itu. Hari pertama, kedua wedi (takut) tapi setelahnya ya berani juga ditinggal," terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Sidoharjo, Tepus Tukinah menyampaikan, hari terakhir MPLS diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan.
"Diawali dengan senam, implementasi P5 (projek penguatan profil pancasila)," kata Tukinah.
Pada tahun ajaran baru 2024-2025, SDN Sidoharjo, Tepus menerima 20 peserta didik baru. Selama kegiatan MPLS secara umum berjalan dengan baik dan lancar.
"Seperti biasa setiap pagi anak diantar, ditinggal dan saat jam pulang kami informasikan melalui grup untuk dijemput," ujarnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin