Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Produksi Padi saat Musim Kemarau, Kementan Dorong Perluasan Areal Tanam Padi

Naila Nihayah • Selasa, 23 Juli 2024 | 21:48 WIB

Plt Ketua Badan BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi
Plt Ketua Badan BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi

RADAR JOGJA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk mendorong program perluasan areal tanam (PAT) padi melalui berbagai kegiatan. Seperti optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan penananam padi gogo. Apalagi saat ini masuk musim kemarau.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan, program PAT perlu digenjot agar produktivitas padi semakin meningkat. Dengan begitu, para penyuluh dapat menyediakan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Yang bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Plt Ketua Badan BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menyebut, 50 persen peningkatan produktivitas pertanian berasal dari penyuluh pertanian dan petani. Sehingga mereka harus dibekali dengan inovasi teknologi.

"Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, hingga penyerapan tenaga kerja," ujarnya saat konferensi pers, Senin (22/7).

Dia menyebut, saat ini pemerintah tengah fokus menggenjot produksi beras. Sebab produksi beras nasional mengalami penurunan dari 31,5 juta ton pada 2022 menjadi 30,2 juta ton pada 2023. Sedangkan konsumsi beras bulanan Indonesia sekitar 2,6 juta ton. Sehingga dalam setahun diperlukan sekitar 31,2 juta ton beras.

Jumlah konsumsi beras itu, kata dia, praktis tidak cukup. Karena hanya 30,2 juta ton. "Sehingga untuk konsumsi saja beras kita tidak cukup. Kita kurang sekitar 1 juta ton. Belum cadangan beras pemerintah (CBP)," kata Dedi.

Terlebih, lanjut Dedi, negara-negara eksportir beras seperti India, Vietnam, Myanmar telah menyetop penjualan beras keluar negeri. Lantaran mereka membutuhkan beras untuk mencukupi kebutuhan negara mereka sendiri.

"Karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, solusi kita adalah swasembada. Kita harus genjot produksi kita untuk memenuhi kebutuhan beras kita melalui PAT padi," lontarnya.

Dia menambahkan, BMKG memprediksi tahun ini ada fenomena La Nina pada September dan Oktober. Sehingga dia meminta agar menggenjot produktivitas padi. Baik di lahan rawa, sawah irigasi, tadah hujan, maupun penananam padi gogo.

Untuk itu, Kementan akan menggelar Training of Trainers (ToT) pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2024 di BBPP Lembang. Kegiatan bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau' ini diperuntukkan bagi widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian se-Indonesia.

Dedi menyebut, pelatihan ini akan mencakup bimbingan teknis (Bimtek) tentang inovasi teknologi pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas sawah. Dia berharap, pelatihan ini dapat mempersiapkan para petani dan penyuluh pertanian dalam menghadapi musim kemarau.

"Pelatihan ini akan fokus pada program utama Kementan, yaitu PAT melalui optimasi lahan rawa, pompanisasi di lahan sawah terhujan, dan tumpang sisip padigogo di perkebunan," imbuhnya. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#perluasan area tanam #kementan