Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

18 Tahun Refleksi Gempa Dahsyat Jogja, Waspadai Sesar Opak dan Ingatkan Potensi Sesar Mataram

Iwan Nurwanto • Senin, 27 Mei 2024 | 13:10 WIB

 

ilustrasi gempa bumi
ilustrasi gempa bumi

RADAR JOGJA - Gempa Jogja 27 Mei 2006 lalu yang menewaskan lebih dari 5.000 orang, hari ini (27/5) tepat 18 tahun. Peristiwa itu begitu penting sebagai pengingat bahwa masyarakat Jogjakarta hidup di atas tanah rawan bencana. Terlebih, jika melihat adanya Sesar Mataram dan Sesar Opak.

Koordinator Observasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Budiarta mengatakan, sampai saat ini Sesar Mataram masih dalam hipotesis. Sehingga, belum ada kepastian apakah sesar itu benar-benar aktif dan mampu untuk memicu bencana gempa di Jogjakarta.

"Sejauh ini dalam monitoring gempa wilayah Jogjakarta. Kami belum dapat memastikan keaktifan dari Sesar Mataram," ujar Budiarta kepada Radar Jogja (22/5).

Meskipun demikian, Budiarta meminta masyarakat tetap waspada terhadap berbagai potensi berbagai bencana geofisika. Terlebih jika melihat Sesar Opak yang sampai saat ini masih aktif.

Dia menjelaskan, Sesar Opak merupakan pemicu gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala richter pada 2006 lalu. Gempa itu memluluhlantakkan sebagian wilayah DIJ dan Jawa Tengah, dengan wilayah terparah di Kabupaten Bantul.

Budiarta menyebut, Sesar Opak sampai saat ini merupakan sesar yang paling aktif di Jogjakarta. Lokasi sesar yang berpusat di Padukuhan Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, itu bahkan memanjang ke arah timur laut hingga wilayah Klaten, pada sisi selatan. "Yang pasti tetap waspada, tidak perlu panik," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, temuan Sesar Mataram kali pertama diungkapkan oleh peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja. Dia menyebut ada sesar lain selain Sesar Opak di wilayah Jogjakarta.

Sesar Mataram membentang dari timur ke barat, kemungkinannya dimulai dari wilayah sekitar Prambanan hingga melewati wilayah Kota Jogja. Sesar itu mulai terpetakan pada medio 2021 lalu.

Keberadaan sesar ini awalnya terdeteksi dengan nama Sesar Dengkeng yang terletak di Klaten. Dari hasil penelitian diketahui, ternyata Sesar Dengkeng masih memiliki patahan hingga arah barat ke wilayah Jogjakarta. (inu/laz) 

 

Editor : Satria Pradika
#gempa bumi #sesar opak #gempa jogja