RADAR JOGJA – KPU RI tiba-tiba menghentikan rapat pleno pengumuman hasil Pemilu 2024.
Keputusan untuk menghentikan rapat pleno tersebut diambil setelah rapat yang dipimpin oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari berlangsung selama sekitar 30 menit di Gedung KPU, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/3/2024).
“Mohon izin kita skors dulu untuk memperbaiki dokumen SK,” ucap Hasyim.
“Karena ini penting, kita skors sebentar,” lanjutnya.
Sebelumnya, Hasyim telah mengumumkan hasil resmi tentang perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berhasil memimpin dalam pemilihan umum.
Informasi tersebut diresmikan dalam Berita Acara KPU Nomor 218/PL.01.8-BA/05/KPU/V/2024 yang menetapkan hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, serta Anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota secara nasional dalam Pemilu Serentak 2024.
“KPU telah melaksanakan kegiatan rapat pleno penetapan hasil Pemilu 2024,” kata Ketua KPU.
Dalam dokumen tersebut, pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berhasil mendapatkan dukungan sebanyak 40.971.906 suara.
Sementara pasangan calon Prabowo-Gibran memperoleh 96.214.691 suara.
Pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 27.040.878 suara.
Hasyim juga mengumumkan, total suara sah dalam pemilihan presiden mencapai 164.227.475 suara.
Setelah pembacaan berita acara dan penandatanganan dokumen tersebut, agenda selanjutnya adalah pembacaan surat keputusan (SK).
Namun, Hasyim memutuskan untuk menghentikan rapat di awal pembacaan SK.
“Ada yang perlu diperbaiki karena ini penting,” ujar Hasyim.
Sebelumnya, KPU telah menyelesaikan serangkaian rapat untuk merekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2024.
Proses rekapitulasi tersebut mencakup 28 wilayah Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan 38 provinsi di Indonesia. Provinsi Papua menjadi provinsi terakhir yang direkapitulasi.
Editor : Amin Surachmad