Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Syahduuu... Menapaki Turgo Gunung Merapi: Wisata Religi ke Makam Syekh Jumadil Kubro Jelang Ramadhan

Herpri Kartun • Jumat, 1 Maret 2024 | 16:17 WIB

KHUSUK: Dwi Fajar dan Armanto, peziarah dari Kulon Progo dan Purworejo, melantunkan doa di makam Syekh Jumadil Kubro, puncak Bukit Turgo, Pakem, Sleman, akhir Februari lalu.
KHUSUK: Dwi Fajar dan Armanto, peziarah dari Kulon Progo dan Purworejo, melantunkan doa di makam Syekh Jumadil Kubro, puncak Bukit Turgo, Pakem, Sleman, akhir Februari lalu.

SLEMAN - Selain panorama alam yang indah, ada pesona lain yang dimiliki Bukit Turgo Pakem, Sleman.

Yaitu, terdapat petilasan yang dipercaya sebagai makam Syekh Jumadil Kubro.

Dia adalah tokoh peyebar agama Islam di tanah Jawa sebelum era Wali Songo.

"Itu memang makam. Beliau muksa atau meninggal dengan cara menghilang di puncak bukit itu," kata Yuwono, salah seorang linmas Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman.


Bukit Turgo berada di sebelah tenggara Gunung Merapi. Masuk di wilayah Dusun Turgo, Pakem, Sleman.

Ketinggiannya sekitar 1.200 mdpl. Akses jalannya terbilang cukup mudah.

Terdapat anak tangga mulai dari area parkir hingga puncak. Ada juga pos-pos untuk beristirahat di beberapa titik pendakian.

Kini, bukit di sebelah barat Bukit Plawangan yang merupakan bagian dari sisa Merapi tua itu, dilengkapi lampu penerangan. Itu menambah kenyamanan bagi para wisatawan.


Pada bulan Februari di mana menjelang datangnya Ramadhan, peziarah yang menapaki Bukit Turgo cukup ramai. Mereka datang dari berbagai daerah.

Mengirim doa sekaligus membersihkan makam sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Saya datang dari Kulon Progo. Dekat Pasar Cikli. Ini yang kedua kalinya saya menaiki Turgo. Kebetulan kan dalam kalender Jawa sekarang masih bulan Ruwah, jadi momennya pas,” kata Dwi Fajar, salah seorang peziarah, yang mendaki Turgo pada akhir Februari lalu.

Baca Juga: Kemenag Bantul Tunggu Regulasi Teknis, Kebijakan KUA untuk Melayani Semua Agama

“Dulu kondisinya tidak sebagus sekarang. Dulu jalannya masih tanah, belum ada anak tangga. Jadi, terasa lebih terjal dan licin,” kenang Dwi Fajar.

Akses jalan beserta lampu penerangan jalan dibangun pada masa pandemi lalu. Salah satu tokoh di balik pembangunannya adalah Gus Muwafiq.

Selain makam Syekh Jumadil Qubro, juga terdapat gua jepang di sana.

Apabila beruntung, peziarah dapat menyaksikan Gunung Merapi yang sangat jelas dari puncak Turgo.

Namun, apabila sudah memasuki sore hari, biasanya kabut tebal sudah mulai turun.

Terdapat banyak vegetasi yang masih alami di sana. Kawanan kera ekor panjang juga sesekali terlihat mencari rambutan yang cukup banyak tumbuh di sana.

Salah seorang peziarah lain bernama Armanto. Berasal dari Purworejo, Jawa Tengah, dia mengungkapkan kekagumannya.

Baginya, wisata di lereng Merapi itu komplet.

“Di sini ada wisata religi Bukit Turgo. Di timurnya ada wisata petualangan lava tur Cangkringan. Di tengah-tengah ada Kaliurang dengan pondok-pondok wisatanya untuk beristirahat. Syahduuu,” terangnya sambil menyeruput teh asli Turgo di sebuah gubuk warung pada area parkir Turgo. (hep)

Editor : Amin Surachmad
#Syekh Jumadil Kubro #gua jepang #wali songo #bukit turgo