RADAR JOGJA - Siklon Tropis Anggrek diprediksi akan berdampak ke cuaca di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga 23 Januari 2024.
Berupa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sengat lebat. Wilayah yang terukur dengan intensitas sangat lebat hingga mencapai 50-100 mm terjadi di Gunungkidul kecamatan Panggang dan Saptosari serta wilayah Kulonprogo di Temon.
Wilayah DIY bagian tengah hingga Utara berada dalam kategori sedang (20-50 mm), tepatnya di sekitar Gunungkidul bagian tengah, Kota Jogja, Kulonprogo dan Sleman.
Sedangkan untuk wilayah Gunungkidul bagian Utara, curah hujan terukur berada pada kategori ringan (0.5-20 mm).
Adanya tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu dan di Australia yang secara tidak langsung memicu pembentukan pola angin Konvergensi di sepanjang Jawa termasuk wilayah Yogyakata.
Sehingga berpotensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Berikut adalah prediksi BMKG kondisi cuaca di DIY hingga 23 Januari 2024 :
- Tanggal 20 Januari 2024 berotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulon progo, dan Gunungkidul bagian Utara.
- Tanggal 21 Januari 2024 berpotensi hujan ringan-sedang di Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul bagian Utara
- Tanggal 22 Januari 2024 berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang merata di seluruh wilayah DI Yogyakarta
- Tanggal 23 Januari 2024 berotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, dan Kulonprogo.
Rekomendasi:
- Waspada potensi hujan sedang lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada daerah yang tersebut diatas.
- Agar dilakukan pemotongan terhadap pohon-pohon yang lapuk yang rawan tumbang maupun patah.
- Waspada bagi daerah dengan Topografi tidak rata terhadap potensi bencana Hirometeorologi berupa tanah longsor
- Perbaharui informasi terbaru lewat media massa atau media sosial serta berkoordinasi dengan pihak terkait.
Editor : Bahana.