Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alasan Negara Amerika Belum Bisa Mengatasi Angka Kemiskinan yang Tinggi

Bahana. • Kamis, 26 Oktober 2023 | 22:47 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Negara Amerika Serikat atau negara adidaya dunia yang terkenal dengan kota yang gemerlap. Berbagai bentuk kemewahan dihadirkan di negara ini. Amerika menjadi peringkat pertama negara terkaya dunia.

Meskipun terkenal dengan kegemerlapan  dan tingginya gedung pencakar langit yang menggambarkan sebuah kemewahan, namun tidak disangka bahwa tingkat kemiskinan negara ini pun juga tinggi. Kasus kemiskinan di negara ini masih banyak ditemukan. 

Banyak sekali faktor yang menyebabkan negara ini memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Namun hingga saat ini pun kasus kemiskinan negara ini masih cukup tinggi dan pemerintah belum bisa mengatasinya. 

Dilansir dari youtube Data Fakta pada 20/06/2023 beberapa hal dibawah ini menjadi alasan mengapa negara Amerika belum bisa mengatasi angka kemiskinan yang tinggi.

Konsekuensi Dari Praktik Kapitalisme Dunia

Praktik kapitalisme tersebut mengakibatkan ketimpangan pendapatan yang menjadi permasalahan utama mengapa terjadi angka kemiskinan yang tinggi.

Menurut sensus negara Amerika pendapatan 10% teratas 13x lebih tinggi dari pendapatan di 10% terbawah.

Menurut Mark Range profesor dari social Walker Universitas Washington  menyebutkan bahwa negara Amerika mengalami ketimpangan yang cukup tinggi.

Dimana orang yang memiliki pendapat yang tinggi persentase nilainya jauh di atas rata-rata dibandingkan dengan orang berpendapatan rendah  nilainya jauh di bawah rata-rata.

Jika diibaratkan jumlah tersebut adalah tangga, maka jarak antara yang memiliki pendapatan di atas rata-rata berada di tangga paling atas.

Dan orang yang memiliki pendapatan rata-ratanya rendah berada di bawah. Maka orang yang berada di tangga bawah tersebut akan sulit menggapainya.

Kentalnya Praktik Diskriminasi dan Rasisme

Riset dari Massachusetts Institute of Technology  di tahun 2022 memperkirakan bahwa upah layak di Amerika sekitar 24, 16 dollar per jam untuk satu keluarga beranggotakan 4 orang.

Tetapi upah minimum federaal ditetapkan hanya sebesar 7, 25 dollar per jam.

Sedangkan apabila jika dalam satu keluarga terdapat 4 orang anggota keluarga maka harus ada dua orang yang harus bekerja agar upah layak tersebut terpenuhi.

Hal itu diperparah dengan adanya diskriminasi ras. Dimana ras yang memiliki kulit berwarna mendapatkan upah lebih sedikit.

Maka jika dilakukan perbandingan apabila populasi masyarakat miskin Amerika berjumlah 140 juta orang dan lebih dari 70 juta orang merupakan ras berkulit warna.

Kurangnya Tunjangan dan Jaminan Sosial

Di Amerika tidak memiliki jaringan pengaman sosial yang digunakan untuk melindungi orang-orang yang mengalami kemiskinan.

Saat ini para pekerja Amerika memang menerima tunjangan kesejahteraan sekitar 250 dolar untuk rumah tangga.

Namun jumlah tersebut masih tergolong rendah karena harga kebutuhan pokok kian hari terus mengalami kenaikan yang cukup besar.

Selain itu, tidak adanya tunjangan anak bagi para pekerja.

Cara Mengukur Kemiskinan Masih Menggunakan Indikator Lama 

Saat ini untuk mengukur kemiskinan di Amerika masih dihitung dengan menggunakan cara  perhitungan di masa 1960 yaitu dengan membandingkan pendapatan sebelum pajak dengan ambang batas yang ditetapkan yaitu tiga kali lipat dari biaya minimum.

Sebagian besar program Federal masih bergantung pada ukuran ini untuk mencari tahu siapa yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dan kesejahteraan.

Jika ditelaah pada masa kini, sistem perhitungan masa lalu tersebut sudah sangat tidak relevan lagi.

Ketidakrelevanan itu disebabkan karena setiap keluarga memiliki cara yang berbeda beda dalam membelanjakan uang sesuai dengan kebutuhan hidupnya.

Dan seharusnya indikator perhitungan kemiskinan tersebut diperbaharui karena kehidupan masyarakat mengalami banyak perubahan. (Annida Muthi’ah)

Sumber : youtube Data Fakta

 

Editor : Bahana.
#adidaya #Amerika Serikat #dunia