Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Satu Hari Satu Koin, Siswa MTs Negeri 1 Kebumen Salurkan Bantuan 30 Ribu Liter Air Bersih

Muhammad Hafied • Kamis, 26 Oktober 2023 | 01:51 WIB
PEDULI: Siswa MTs Negeri 1 Kebumen datang ke lokasi kekeringan untuk menyalurkan bantuan air bersih. (Istimewa)
PEDULI: Siswa MTs Negeri 1 Kebumen datang ke lokasi kekeringan untuk menyalurkan bantuan air bersih. (Istimewa)

 

KEBUMEN - Status darurat kekeringan mengundang keprihatinan warga MTs Negeri 1 Kebumen. Para siswa beserta guru ikut tergerak untuk menjawab persoalan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Setidaknya sudah 30 ribu liter air bersih terdistribusi ke wilayah yang dilanda kekeringan. Aksi sosial ini terwujud melalui pencanangan program One Day, One Coin atau Satu Hari, Satu Koin.

"Jadi, kami setiap pagi ada pembiasaan berinfak. Dari koin terkumpul, kemudian buat bantuan air bersih," jelas Kepala MTs Negeri 1 Kebumen Fitriana Aenun, Rabu (25/10).

Baca Juga: Ini Wisatawan yang Jatuh Di Jembatan Kaca The Geong Kawasan Hutan Pinus Banyumas

Aenun menyebut, bantuan dari sumbangan koin ini dikirim untuk tiga desa di Kecamatan Karanggayam. Meliputi Desa Kalirejo, Desa Pagebangan, dan Desa Karangmaja. Adapun penyaluran bantuan ini bekerjasama dengan BPBD Kebumen.

"Bantuan dimulai sejak tahun 2019. Tahun ini ada enam truk bantuan air bersih yang dikirim," jelasnya.

Bantuan tersebut, kata Aenun, merupakan ekspresi kepedulian atas kondisi kekeringan di Kebumen. Pihaknya juga terus berkomitmen menumbuhkan nilai gotong royong di lingkungan sekolah.

Diharapkan para siswa memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga: Kades dan Perangkat Desa Tak Boleh Cawe-Cawe saat Kampanye Pemilu dan Pilkada

"Pengurus OSIS dan ekstra terlibat. Termasuk Mbak Zahra, putri Bupati Kebumen. Dia pengurus juga ikut ke lokasi kekeringan," bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Haryono Wahyudi bersyukur atas kontribusi masyarakat yang ikut membantu mengatasi masalah kekeringan.

Dia tak menampik sebagian wilayah Kebumen masuk zona rawan kekeringan setiap musim kemarau tiba.

Dampaknya masyarakat kesulitan untuk mengakses kebutuhan air bersih.

"Sudah beberapa bantuan dari pihak lain masuk. Tindakan ini sangat positif dan patut diapresiasi," ucapnya.

Baca Juga: Pamerkan Senjata Api Minta Cokelat dan Uang Rp 200 Ribu di Minimarket, Kasir Berdalih Uangnya Sudah Disetorkan

Menurutnya, ancaman kemarau panjang hingga berdampak krisis air bersih dapat sedikit tertangani ketika pemerintah bersama instrumen lain saling bergotong royong.

"Kita dapat belajar bahwa membantu tidak harus menunggu menjadi orang kaya atau memiliki jabatan tinggi," paparnya. (fid)

 
Editor : Amin Surachmad
#aksi sosial #kebumen #air bersih