JOGJA - Fenomena mengakhiri hidup sendiri atau bunuh diri di kalangan usia remaja dan anak muda belakangan ini muncul terjadi. Fenomena ini sangat memprihatinkan, mengingat mereka merupakan generasi penerus bangsa.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Reny Yuniasanti mengatakan berdasarkan beberapa penelitian, disebutkan kasus bunuh diri kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia disebabkan masalah sosial.
Baca Juga: UMBY Targetkan 60 Persen Dosen Bergelar Profesor
"Entah permasalahan di bidang percintaan, pertemanan, keluarga, pekerjaan, atau pun perkuliahan," ujarnya, Selasa (10/10/2023).
"Berbagai permasalahan yang dialami oleh mereka menyebabkan munculnya ketidakberdayaan akan kondisi yang dialami, sehingga hanya menemukan ide bunuh diri, sebagai satu-satunya jalan keluar," jelasnya.
Baca Juga: Luar Biasa ! Mahasiswa UMBY Aqilla Hilmy Daffannuri Jadi Pemenang Kontes Film The Last di TokyoMaka, Reny menegaskan, peningkatan literasi terhadap kesehatan mental. Hal ini merupakan salah satu cara pencegahan tindakan bunuh diri. Dengan begitu, mereka memiliki pengetahuan dan keyakinan diri untuk sembuh.
Dan yang tak kalah penting ialah bisa mengelola kesehatan mentalnya sendiri. Memiliki batasannya sendiri dan bisa memahami kapan membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: Dosen UTY Widi Fajar Widyatmoko Terapkan Prinsip Coaching dan Pendekatan Psikologi saat Mengajar"Pada tahap penyembuhan, agar kampus menyediakan fasilitas yang lengkap atau menerapkan konseling sebaya pada mahasiswa untuk mengatasi dan melakukan deteksi dini gangguan mental yang berisiko dalam percobaan bunuh diri," paparnya.
Menyoal bunuh diri di Indonesia karena faktor meniru kasus sebelumnya, Reny menilai alasan itu belum bisa dibuktikan kebenarannya. Sejauh ini, penelitian di Indonesia fokus pada penelitan motif dan niat bunuh diri.
Baca Juga: Jogjakarta Masuk Empat Besar Provinsi dengan Kerawanan Tertinggi Politisasi SARA
Di antaranya, faktor psikologis, faktor keluarga, lingkungan. Bahkan, hingga faktor biologis dan orientasi seksual.
"Belum bisa dipastikan benar jawabannya adalah faktor meniru atau modelling dalam istilah psikologi," ujarnya. (lan).