Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Turki, Presiden Erdogan Bersumpah Akan Menghentikan Terorisme!

Bahana. • Senin, 2 Oktober 2023 | 17:55 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Pada Minggu (1/10/2023), sebuah serangan bom bunuh diri mengguncang jantung ibu kota Turki, Ankara.

Serangan ini menewaskan satu pelaku saat kejadian dan satu pelaku lainnya tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Insiden tragis ini terjadi beberapa jam sebelum parlemen dibuka oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dalam serangan tersebut, dua petugas polisi terluka di dekat pintu masuk Kementerian Dalam Negeri.

Pelaku menggunakan kendaraan komersial ringan untuk mencapai lokasi kejadian. Menurut laporan dari AP, salah satu pelaku meledakkan diri, sementara yang lainnya ditembak di kepala sebelum sempat meledakkan diri.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengumumkan melalui media sosial bahwa pemerintah Turki terus berjuang melawan terorisme, narkoba, geng, dan organisasi kejahatan.

Namun, Yerlikaya belum mengungkapkan siapa yang mungkin berada di balik serangan bom bunuh diri ini, dan belum ada klaim tanggung jawab dari pihak mana pun.

Kelompok ISIS dan militan Kurdi pernah melancarkan serangan mematikan di Turki pada masa lalu.

Presiden Erdogan dengan tegas mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang tak dapat diterima.

Serangan ini terjadi ketika pihak berwenang Turki sedang melakukan operasi terhadap anggota ISIS, dan ini merupakan serangan pertama sejak Oktober 2015, saat serangan ISIS mengguncang stasiun pusat Ankara dan menewaskan 109 orang.

Otoritas Turki mengungkapkan bahwa beberapa paket dan tas mencurigakan ditemukan di sekitar lokasi serangan.

Ledakan tersebut tampaknya dilakukan dengan sangat terkendali, menghasilkan dua ledakan keras yang terdengar di seluruh area tersebut.

Para pelaku serangan ini nampaknya sengaja menargetkan Kementerian Dalam Negeri dan berusaha untuk tidak merugikan warga sipil.

Koresponden dari Aljazeera mencatat bahwa lokasi serangan terlihat sepi saat serangan terjadi.

Ahmed Keser, seorang pensiunan tentara Turki, menggambarkan insiden ini sebagai tindakan terorisme yang terorganisir.

Penyerangan ini tampaknya direncanakan untuk bertepatan dengan upacara pembukaan tahun baru di parlemen. (Cici Jusnia)

 

Editor : Bahana.
#radar jogja #terorisme #Turki #bunuh diri #Ankara