RADAR JOGJA - Sabtu pekan lalu, Edwin Wagensveld, seorang tokoh utama dari kelompok PEGIDA yang dikenal karena pandangan islamofobisnya, melakukan aksi kontroversial dengan merobek Al-Qur'an di depan Kedutaan Besar Turki, Indonesia, Pakistan, dan Denmark di Den Haag.
Tindakan provokatif ini telah menimbulkan kecaman keras dari berbagai pihak.
Pemerintah Yordania, salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim, dengan tegas mengutuk serangan terhadap kitab suci Al-Qur'an yang dilakukan di depan kedutaan besar negara-negara Muslim di Belanda.
Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam tindakan Edwin Wagensveld sebagai "aksi tak bertanggung jawab yang memprovokasi perasaan dua miliar Muslim di seluruh dunia, menyulut kebencian, dan mengancam koeksistensi dunia damai.
Selain itu, Yordania juga mengajak semua pihak untuk menghormati simbol-simbol keagamaan dan memajukan budaya damai.
Mereka menganggap ini sebagai "tanggung jawab bersama yang harus dijunjung oleh semua orang."Baca Juga: Wow Fantastis! Penjualan Game Valheim Berhasil Tembus 12 Juta Kopi
Tindakan serupa pembakaran Al-Qur'an oleh tokoh-tokoh dan kelompok-kelompok Islamofobia di Eropa Utara dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi pemicu amarah bagi negara-negara Muslim dan komunitas Muslim di seluruh dunia.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan ketegangan antara kelompok agama dan budaya di wilayah tersebut. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.