RADAR JOGJA – Jika kalian pernah berkhayal menghindari kemacetan dengan taksi terbang. Maka kalian benar-benar tidak sedang bermimpi. Sebab khayalan itu bakal menjadi kenyataan.
Ya, Indonesia berencana merilis Urban Air Mobility (UAM) atau taksi terbang.
Taksi terbang yang dulunya hanya khayalan futuristic, kini khayalan tersebut semakin nyata dengan perkembangan pesat teknologi.
Taksi terbang merupakan salah satu inovasi teknologi yang paling revolusioner dalam dunia transportasi, dan ini semakin mendekati kenyataan di Indonesia.
Inovasi taksi terbang nantinya akan memiliki status sebagai salah satu transportasi massal di IKN (Ibu Kota Nusantara).
Kendaraan jenis drone listrik ini akan mulai diuji coba sebelum HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 nanti.
Sebelumnya Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Hyundai Motor Group terkait konsep taksi terbang ini.
Taksi terbang memiliki kecepatan mencapai 200 km/jam, dengan menggunakan baterai.
Selain itu transportasi inovatif ini juga dilengkapi dengan teknologi Intelligent Transport System (ITS) sehingga memungkinkan penumpang pada taksi terbang tersebut dibawa ke helipad hanya dengan menggunakan satu aplikasi.
Sedangkan untuk tarif yang ditawarkan taksi terbang IKN ini berkisar US$ 50 atau Rp 750 ribu. Jika dibandingkan ini sama dengan ongkos yang ditawarkan ketika menggunakan taksi premium di Jakarta.
Baca Juga: Membanggakan, Pebalap Astra Honda Pastikan Juara Thailand Talent Cup 2023
Mode transportasi taksi terbang IKN yang masih dalam tahap pengembangan ini sebenarnya sudah mendapat nota kesepahaman pada 14 November 2022 yang dilakukan di sela-sela KTT B20 yang diadakan di Bali lalu.
Dengan perencanaan akan diuji coba sebelum ulang tahun Indonesia ke-79 mendatang, otoritas IKN sudah mulai menyiapkan beberapa hal seperti landasan untuk helikopter atau helipad, serta fasilitas penunjang lainnya. (Trimina Klara)