RADAR JOGJA - Ada imbauan khusus yang diberikan BMKG kepada warga Jogjakarta. Warga di DIY diimbau untuk waspada terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) matahari dengan intensitas tinggi pada siang hari.
”Kalau terkena paparan langsung di kulit, efeknya seperti terbakar,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta Warjono seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Minggu (24/9).
Menurut Peta Indeks Sinar UV Matahari BMKG pada Minggu (24/9), level paparan sinar UV di DIY sangat tinggi (merah). Itu berlangsung dari pukul 11.00 sampai pukul 12.00 WIB.
Paparan sinar UV matahari di DIY, berdasarkan peta tersebut, akan turun ke level tinggi (jingga) pada pukul 13.00 WIB. Lantas, turun lagi menjadi moderat hingga rendah dari pukul 14.00 sampai 15.00 WIB.
Baca Juga: Jogja Adem Lur, BMKG Catat Suhu Terendah Capai 18,4 Derajat Celcius
Warjono mengimbau warga DIY menggunakan tabir surya. Hal ini untuk menghindari dampak paparan sinar UV level sangat tinggi dan tinggi pada siang hari.
Menurutnya, paparan sinar UV matahari level tinggi sampai ekstrem biasa terjadi selama musim kemarau.
Baca Juga: Satu Gol Hokky Gagal Bawa PSS Sleman Raih Kemenangan Atas Madura United
”UV akan mencapai puncak ekstrem di siang hari karena kurangnya tutupan awan,” ujar Warjono.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia.
Baca Juga: Mobil Jazz Milik Anggota TNI Hangus Terbakar di Pinggir Jalan
Kepala Stasiun Klimatologi Jogjakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, curah hujan di wilayah DIY diprakirakan masih rendah-menengah selama Oktober hingga Desember.
Editor : Amin Surachmad