SLEMAN - Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar pada Rabu (16/8) dini hari tadi. Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman guguran lava mengarah ke Kabupaten Sleman dan Magelang, Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, pada Selasa (15/8) terjadi aktivitas kegempaan vulkanik di Gunung Merapi sebanyak 15 kali. Kemudian, dari hasil pengamatan pihaknya di hari Rabu (16/8) terjadi guguran lava pijar sekitar pukul 00.14
Ia menyatakan, guguran lava pijar tersebut mengarah ke selatan di hulu Kali Boyong, Sleman sejauh 1,6 kilometer dan ke arah barat daya menuju Kali Bebeng di Kabupaten Magelang. Dengan adanya aktivitas tersebut, Makwan merekomendasikan zona berbahaya di kawasan Gunung Merapi dalam radius lima kilometer ke arah Kali Boyong.
"Untuk status kesiagaan masih level tiga dan situasi saat ini masih aman terkendali," ujar Makwan dalam keterangannya, Rabu (16/8).
Sebelumnya, BPBD Sleman juga menghimbau agar masyarakat untuk selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas di dalam zona berbahaya. Ia menyebut, bahwa potensi bahaya di kawasan Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas.
Ancaman Gunung Merapi pada sisi selatan hingga barat daya wilayah radiusnya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer. Selain itu Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.
Kemudian untuk sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan untuk lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan dapat menjangkau tiga kilometer dari puncak.
"Masyarakat kami himbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," pesannya. (inu)