RADAR JOGJA - Jumlah korban pada kebakaran hutan di pulau Maui Hawaii meningkat pada Jumat (11/8), menjadi sekitar 80 orang ketika tim pencari menyisir reruntuhan Lahaina yang masih membara. Sementara itu, pejabat Hawaii berusaha menentukan bagaimana api menyebar begitu cepat.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang dimulai pada Selasa malam tersebut. Akan tetapi, Layanan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan untuk kepulauan Hawaii untuk Kemungkinan yang disebabkan dari angin kencang dan cuaca kering, kondisi yang mana siap untuk kebakaran hutan.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Andong, Api Dibiarkan hingga Padam Sendiri
JawaPos.com mengutip dari Reuters, Sabtu (12/8), panas yang memecahkan rekor musim panas ini telah berkontribusi pada kebakaran hutan yang luar biasa parah di Eropa dan Kanada bagian Barat. Para ilmuan mengatakan perubahan iklim didorong oleh penggunaan bahan bakar fosil yang menyebabkan cuaca ektrem.
Menurut Dinas Kehutanan AS, hampir 85 persen kebakaran hutan AS disebabkan oleh manusia, dan penyebab kebakaran alami seperti petir dan aktivitas gunung berapi. Elizabeth Pickett, co-executive director Hawaii Wildfire Management Organization mengungkapkan bahwa di Hawaii kurang dari satu persen kebakaran disebabkan oleh penyebab alami.
Penyebab kebakaran Hutan Hawaii menurut para pejabat, bahwa angin dari Badai Dora yang berada pada ratusan mil barat daya Kepulauan Hawaii di Samudra Pasifik telah mengipasi api di seluruh negara bagian AS. Selain Dora, sistem tekanan di sebelah barat dekat Jepang juga berkontribusi terhadap angin kencang yang berkelanjutan dan faktor vegetasi kering yang menjadi penyebab.
Baca Juga: Pembakaran Sampah Jadi Pemicu Paling Banyak Kasus Kebakaran di Kota Jogja
Menurut Pickett, penyebaran rumpun non-asli yang mudah terbakar menyebabkan sejumlah besar bahan kecil yang mudah terbakar, yang meningkatkan resiko kebakaran yang parah. Rerumputan seperti itu terdiri dari 26 persen dari Hawaii.
Hingga Kamis malam, api di kota resor Lahaina sudah dipadamkan 80 persen. Sedangkan api Pulehu bisa dipadamkan sebanyak 70 persen.
Kebakaran juga menghanguskan Pulau Besar. Menurut laporan resmi dari Patroli Udara Sipil AS dan Departemen Pemadam Kebakaran Maui, Honolulu Star-Advertiser, bahwa sekitar 271 bangunan telah hancur atau rusak.
Editor : Heru Pratomo