Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berikut, Fenomena Sinkhole di Wilayah DIJ yang Resahkan Warga

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 9 Agustus 2023 | 21:02 WIB
DIPASANG GARIS POLISI: Lokasi tanah amblas lahan pertanian di wilayah Padukuhan Sumberan, Kenteng, Kapanewon Ponjong Gunungkidul beberapa waktu lalu . (Sumber: Dokumen Radar Jogja)
DIPASANG GARIS POLISI: Lokasi tanah amblas lahan pertanian di wilayah Padukuhan Sumberan, Kenteng, Kapanewon Ponjong Gunungkidul beberapa waktu lalu . (Sumber: Dokumen Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Fenomena tanah amblas atau kerap disebut sinkhole, banyak ditemui di pegunungan wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta. Baru-baru ini, sinkhole ditemukan di Dusun Popohan, Kalurahan Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo. Namun fenomena sinkhole menjadi hal lazim di Kabupaten Gunungkidul. 

 
Berikut fenomena tanah amblas yang meresahkan warga, dihimpun Radar Jogja. 
 
1. Sinkhole ditemukan di Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul
 
Pada Februari  2018, sebuah lahan pertanian amblong membentuk kubangan terjadi di Kalurahan Bedoyo.  Saat itu, terdapat empat titik lokasi amblas di wilayah ini. Yakni, dua lokasi di Dusun Pringwulang, satu titik di Surubendo dan lainnya di Dusun Song Jembul. Setelah diteliti, fenomena singkhole ini berada di bentangan karst.  Karst yaitu, daerah yang terdiri atas bebatuan kapur yang berpori. Sehingga air di permukaan tanah selalu merembes dan menghilang ke dalam tanah. Cirinya, permukaan tanah selalu gundul karena kurang vegetasi.
 
Baca Juga: Mahasiswa Diminta Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Society 5.0
 
Menurut Pejabat Pemerintah Kaluraham Bedoyo Supanto, fenomena ini sempat meresahkan masyarakat. Namun keberadaan tanah amblong ini sudah terjadi dua tahun sebelumnya. Oleh masyarakat setempat hanya didiamkan saja.

Salah seorang pemilik lahan berlubang, Suyatmi mengatakan, gejala tanah amblas terlihat sejak November 2017. Luasannya sekitar lima meter dan kedalaman dua meter. Saat itu diameternya semakin lebar menjadi 10 meter dan dengan kedalaman lima meter. Tanah amblas menelan hasil panen Suyatmi. Tanaman kacang-kacangan hilang seperti ditelan bumi.

2. Pada Februari 2019, sinkhole muncul di Kapanewon Rongkop, Gunungkidul 
 
Tepatnya di Padukuhan Dadapan, Kalurahan Petir. Lahan pertanian milik Sujoko ambrol sedalam 2,5 meter dengan lebar diameter satu meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul kala itu mencatat, pada periode akhir 2017-2018 setidaknya terjadi 32 sinkhole. Rata-rata terjadi di pegunungan karst yang terdapat batuan gamping di dalamnya. Diketahui ada dua titik sinkhole di lokasi ini.
 
Baca Juga: Kualitas Udara Buruk, DLH: Penyebabnya Karena Banyak Aktivitas Kendaraan dan Pembakaran Sampah
3. Pada Januari 2020, sinkhole muncul kembali di wilayah kecamatan Girisubo, Gunungkidul
 
Sebelumnya sinkhole muncul di Padukuhan Karangewen, Kalurahan Karangawen. Kemudian kembali muncul di Padukuhan Tlaseh, Karangawen. Beruntung lokasi ambles jauh dari pemukiman warga.

Tanah amblas itu memiliki diameter empat meter dengan kedalaman kurang lebih 5-6 meter. Menurut tokoh masyarakat setempat, sebelumnya fenomena sinkhole pernah ditemukan pada 2017 sesaat setelah badai cempaka. Nah, lokasi sinkhole ini, salah satunya berjarak kurang lebih 250 meter dari luweng (goa kecil). Disebutkan, pada 2017 totalnya terdapat lima titik sinkhole di wilayah Karangawen.
 
Baca Juga: Tak Ada Larangan Bacaleg Lakukan Sosialisasi Sebelum Masa Kampanye

Kendati data BPBD Gunungkidul, saat itu fenomena sinkhole meliputi Kapanewon Semanu, Rongkop, Ponjong, Girisubo, Purwosari, Tanjungsari dan Paliyan.  
 
 
4. Terbaru sinkhole ditemukan di Dusun Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo
 
Sinkhole ditemukan di area pertanian warga. Pertama kali diketahui ada lubang besar itu pada 15 Desember 2022 lalu. Namun ukurannya semakin membesar. Amblasnya tanah berkisar empat hingga lima meter. Kemudian dampaknya menutup akses pedukuhan yang terletak di bawah Popohan.
 
Nah, fenomena sinkhole sampai sekarang masih dikaji oleh peneliti. Baik pemetaan potensi wilayah hingga antisipasi atau mitigasi bencananya. (mel)
 
Baca Juga: Ancaman Badai, Kontingen Indonesia di Jambore Dunia Sudah Dipindahkan dari SaemanGeum Korea Selatan
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Fenomena Alam #Sinkhole #DIY #Jogjakarta