JOGJA - Ambarrukmo Group dengan bangga memperkenalkan atau me-launching sebuah buku kuliner yang berjudul "Kelana Lidah Jawa,". Di mana buku tersebut di dalamnya berisikan sebuah karya kuliner dan sastra dalam satu narasi yang menarik dan otentik.
Managing Director Ambarrukmo Haris Susanto mengatakan launching buku ini adalah suatu usaha untuk menceritakan konten sejarah yang melengkapi unsur life style. Dan ini juga sebagai langkah pertama dalam upaya pengarsipan kuliner oleh Ambarrukmo Group.
"Kami adalah hotel bersejarah atau berlokasi bersejarah. Maka buku 'Kelana Lidah Jawa' ini menawarkan eksplorasi kuliner melalui foto dan ilustrasi yang dibuat sebagai inisiasi terhadap mulai hilangnya apresiasi untuk masakan tradisional yang memiliki cerita, nilai, dan filosofi dibalik proses pembuatannya," ujarnya saat ditemui Radar Jogja disela-acara, kemarin (20/7).
Haris juga mengatakan Kuliner adalah salah satu mahakarya atau identitas budaya yang dapat mewakili masyarakatnya. Dan pihaknya percaya
bahwa pengetahuan akan kuliner tradisional ini bukanlah hal yang kuno, melainkan sesuatu yang harus dihargai dan dipelihara.
"Itulah yang menjadi semangat kami dalam menciptakan buku 'Kelana Lidah Jawa ini," tegasnya.
Haris berpesan ke depan untuk para pembaca buku tersebut agar bisa menikmati dan mengenal masakan tradisonal jawa ini. "Siapa tau habis peluncuran buku ini bisa membikin budaya Jawa atau Jogja bisa lebih kuat lagi," ucapnya.
Penulis buku Laire Siwi Mentari juga menjelaskan Kuliner yang diangkat dalam buku "Kelana Lidah Jawa" mencakup masakan khas Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur. Dengan fokus pada masakan yang populer dan unik, sehingga buku ini akan mendatangkan kesan dekat serta familiar untuk para pembacanya.
Di tambah lagi, Laire juga mengatakan dalam buku tersebut, juga dilengkapi dengan resep yang telah teruji oleh dirinya sendiri. Sehingga pembaca dapat menikmati hidangan otentik dari dapur secara mandiri.
"Buku ini adalah sebuah perpaduan dari apa yang saya ketahui dan apa yang saya cintai yaitu kuliner dan sastra," katanya.
Laire juga berharap ke depan agar buku ini bisa dinikmati para pembaca secara luas. Sebab menurutnya buku ini bukanlah buku sejarah yang membikin pusing para pembacanya. Namun buku ini adalah buku yang sanhat ringan untuk dibaca.
"Karena dari buku ini para pembaca bisa belajar tentang sejarah alkulturasi terciptanya sebuah menu atau sejarah proses pembuatan makanan itu sendiri. Dan buku ini dapat menjadi bacaan yang tidak hanya menyodorkan informasi dasar yang keras dan hambar, tetapi juga dilengkapi dengan bumbu narasi dan imajinasi," harapnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad