MAGELANG - Seribu siswa-siswi tampil memukau dengan membawakan tari Kuntulan secara kolosal. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang sebagai upaya untuk nguri-uri budaya lewat pentas seni tari kolosal.
Kepala Disdikbud Kota Magelang Imam Baihaqi menuturkan, pentas seni kali ini diikuti oleh seribu siswa dari SD maupun SMP dan beberapa sanggar seni di Kota Magelang. Selain untuk nguri-uri budaya, juga untuk menghidupkan tiap sudut di Kota Magelang agar semakin ramai. Termasuk di Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark maupun tempat lain.
Dengan begitu, dapat menggeliatkan ekonomi kreatif di sekitar lokasi. "Termasuk tukang parkir. Mereka bisa mendapatkan penghasilan dengan kegiatan-kegiatan yang kami adakan. Pariwisata juga lebih bagus," ujarnya kepada Radar Jogja, Minggu (16/7).
Pentas seni kolosal ini, kata dia, akan dilakukan secara berkelanjutan di event-event tertentu. Selain itu, disdikbud juga menggandeng komunitas maupun sanggar seni di Kota Magelang agar memberikan wadah kepada mereka untuk unjuk gigi. "Kesenian maju, UMKM bergeliat, masyarakat sejahtera," imbuhnya.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menuturkan, kegiatan seperti ini menjadi media untuk nguri-uri budaya di wilayahnya. Terutama kepada siswa SD maupun SMP di Kota Magelang. Harapannya, mereka dapat lebih mencintai budaya yang ada di kotanya sendiri, dibanding budaya luar.
Dia juga berharap, pentas seni ini dapat dilakukan secara kontinyu. Baik secara bersama-sama atau kolosal maupun tiap komunitas kesenian. "Kegiatan awal ini, kami pilih di TKL Ecopark karena untuk mendongkrak wisatawan juga. Anak-anak juga merasa senang di sini," jelasnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad